Menelusuri Sejarah Gunung Lompobattang: Gunung Suci di Tanah Makassar!

Sabtu 14-06-2025,23:01 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Banyak peziarah mendaki gunung ini bukan hanya untuk tujuan olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan spiritual, terutama pada hari-hari tertentu yang dianggap sakral.

Gunung Suci dalam Budaya Lokal

Bagi masyarakat Konjo, sub-etnis Makassar yang tinggal di kaki Gunung Lompobattang, gunung ini memiliki nilai kultural yang sangat tinggi.

Mereka percaya bahwa roh para leluhur naik ke langit melalui puncak Lompobattang.

Bahkan, dalam ritual adat tertentu, masyarakat masih melakukan persembahan atau doa menghadap ke arah gunung ini sebagai bentuk penghormatan.

Kepercayaan ini tercermin dalam kisah rakyat yang masih lestari, seperti legenda “To Manurung” atau manusia yang turun dari langit dan diyakini muncul pertama kali di sekitar kawasan Lompobattang.

Legenda tersebut menandakan bahwa gunung ini memiliki peran sebagai titik awal kehidupan dan pusat spiritual dalam narasi budaya lokal.

BACA JUGA:Mengenal Sejarah Suku Aneuk Jamee: Warisan Budaya Minangkabau di Tanah Rencong!

Penjelajahan dan Pendakian

Gunung Lompobattang mulai dikenal luas di kalangan pendaki dan pecinta alam sejak dekade 1980-an.

Jalur pendakiannya yang cukup menantang namun indah membuatnya menjadi favorit bagi mereka yang ingin mengeksplorasi pegunungan Sulawesi.

Jalur utama pendakian biasanya dimulai dari Desa Bonto Lojong di Kecamatan Bontobahari.

Meskipun telah banyak dijelajahi, masyarakat lokal tetap memegang teguh nilai-nilai adat dan spiritual yang melekat pada gunung ini.

Para pendaki disarankan untuk menjaga perilaku, tidak berkata sembarangan, dan mengikuti aturan adat yang berlaku agar tidak “mengganggu” penunggu atau roh yang dipercaya mendiami gunung.

Gunung dan Lingkungan Sekitarnya

BACA JUGA:Sejarah Suku Pakpak: Jejak Leluhur, Kearifan Lokal, dan Perjuangan Budaya di Tanah Tapanuli!

Kategori :