Gaya Rambut Tradisional Indonesia yang Kembali Tren

Selasa 03-06-2025,14:37 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Edi

Tidak jarang, para penata rambut profesional menggabungkan teknik konde dengan gaya kepang atau gulungan spiral untuk menciptakan perpaduan antara tradisional dan kontemporer. 

Inilah bukti bahwa warisan budaya bisa terus hidup dalam inovasi yang tepat.

Laki-laki pun tidak ketinggalan dalam tren ini Rambut gondrong ala pendekar silat Betawi atau model kuncir belakang dari budaya Bugis mulai muncul di berbagai konten media sosial.

Dipadukan dengan pakaian modern seperti jaket kulit atau kemeja linen, gaya ini memberi kesan maskulin sekaligus otentik. 

BACA JUGA:Gaya Rambut untuk Tampil di Acara Penting

Banyak anak muda pria yang kini percaya bahwa tampil beda dengan sentuhan tradisi justru membuat mereka lebih menonjol di tengah arus globalisasi. 

Kepercayaan diri seperti inilah yang mendorong tren ini terus berkembang.

Di era digital ini, gaya rambut tradisional juga banyak diperkenalkan ulang lewat platform seperti TikTok dan Instagram. 

Para kreator konten membuat tutorial merangkai rambut gaya Sunda, Minang, atau Dayak dengan cara yang mudah diikuti. 

BACA JUGA:Psikologi di Balik Perubahan Gaya Rambut

Mereka sering menambahkan cerita sejarah singkat, menjadikan video mereka tak hanya menarik secara visual, tapi juga mendidik. 

Alhasil, gaya rambut tradisional tidak hanya kembali tren, tetapi juga memberi ruang belajar dan apresiasi lintas generasi. 

Ini menunjukkan bahwa budaya bukan benda mati, melainkan sesuatu yang hidup dan bisa berevolusi.

Fenomena ini juga didukung oleh makin banyaknya event budaya dan fashion yang mengangkat tema tradisional. 

BACA JUGA:Punya Bentuk Muka yang Bulat? Jangan Khawatir Ini Dia Rekomendasi Model Rambut Pendek

Dalam ajang seperti Jakarta Fashion Week atau pameran UMKM daerah, rambut gaya Nusantara kerap tampil mendampingi busana etnik kontemporer. 

Kategori :