Kekurangan nutrisi seperti protein, zat besi, dan vitamin B memengaruhi kualitas dan kekuatan rambut.
Rambut yang tidak mendapat asupan gizi memadai cenderung tumbuh tipis dan mudah rusak.
Konsumsi makanan bergizi seimbang adalah langkah sederhana namun penting dalam menjaga rambut tetap sehat dari akar hingga ujung.
BACA JUGA:Kesalahan Umum dalam Mencuci Rambut
Kebiasaan buruk sehari-hari juga turut menyumbang munculnya rambut bercabang.
Mengikat rambut terlalu kencang, menyisir dengan kasar, atau mengeringkan dengan handuk secara agresif dapat merusak kutikula rambut.
Setiap tarikan yang tidak perlu bisa memperlemah struktur batang rambut.
Oleh karena itu, penting untuk bersikap lembut dan sadar terhadap setiap tindakan kita pada rambut.
BACA JUGA:Perbedaan Shampoo dan Conditioner untuk Rambut
Faktor lingkungan tak boleh diabaikan karena sinar matahari, polusi, dan angin kencang pun bisa memperparah kondisi rambut.
Paparan sinar UV dapat merusak protein di rambut, membuatnya kehilangan elastisitas dan kekuatan.
Sementara itu, debu dan polutan menyelimuti batang rambut, membuatnya tampak kusam dan memicu kerusakan ujungnya.
Perlindungan tambahan seperti topi atau produk dengan SPF untuk rambut bisa menjadi solusi bijak.
BACA JUGA:Manfaat Air Dingin untuk Rambut
Meski sudah bercabang, rambut masih bisa diselamatkan dengan cara yang tepat.
Memotong ujung rambut secara berkala setiap enam hingga delapan minggu membantu mencegah cabang merambat lebih jauh.