Sejarah Rumah Jolopong: Simbol Kesederhanaan dari Tanah Sunda!

Selasa 27-05-2025,11:31 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Rumah Jolopong merupakan salah satu rumah adat tradisional masyarakat Sunda yang berasal dari wilayah Jawa Barat.

Nama "Jolopong" dalam bahasa Sunda berarti “terkulai” atau “lurus ke bawah”, merujuk pada bentuk atap rumah yang sederhana, memanjang, dan menurun dari puncaknya ke kedua sisi.

Meski tampak sederhana, rumah ini menyimpan nilai-nilai budaya, filosofi, dan sejarah panjang yang melekat dalam kehidupan masyarakat Sunda.

Asal Usul dan Latar Sejarah

BACA JUGA:Tugu Kujang: Jejak Sejarah, Simbol Budaya Sunda, dan Identitas Abadi Kota Bogor!

Rumah Jolopong muncul sebagai salah satu bentuk adaptasi masyarakat Sunda terhadap kondisi alam dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Di masa lalu, struktur rumah ini banyak ditemukan di daerah perbukitan dan pedesaan di Jawa Barat, di mana masyarakat hidup secara agraris.

Sifatnya yang praktis dan mudah dibangun menjadikan Jolopong sebagai pilihan utama untuk rumah tinggal masyarakat dari berbagai kalangan, terutama petani dan rakyat biasa.

Dalam sejarah arsitektur tradisional Sunda, Rumah Jolopong dianggap sebagai bentuk rumah paling tua dan paling sederhana dibandingkan bentuk rumah adat lainnya.

BACA JUGA:Sejarah Panjang Pantai Losari: Dari Pelabuhan Niaga Masa Kolonial hingga Menjadi Ikon Wisata Modern!

Seperti Buka Pongpok, Tagog Anjing, Capit Gunting, atau Julang Ngapak.

Karena kemudahan dalam konstruksinya, rumah ini menyebar luas dan menjadi bentuk rumah yang paling umum ditemukan di wilayah Sunda.

Ciri Khas Arsitektur

Ciri utama Rumah Jolopong terletak pada bentuk atapnya yang lurus menurun di dua sisi, menyerupai pelana kuda. Gaya atap ini disebut juga dengan sebutan “atap pelana” atau gabled roof.

Kategori :