Puputan Klungkung. Perlawanan Terakhir Kerajaan Bali Terhadap Belanda

Kamis 22-05-2025,21:01 WIB
Reporter : Devi
Editor : Gusti

Sementara itu, pasukan Belanda dilengkapi dengan senjata modern, termasuk artileri berkaliber besar.

Pertempuran berlangsung dengan sengit. Sayangnya, meskipun mereka berjuang hingga akhir, pasukan Klungkung tidak mampu menahan serangan dari tentara Belanda yang jauh lebih unggul.

Pada tanggal 21 April 1908, pasukan Belanda mulai menyerang Istana Semarapura, Gelgel, dan Satria dengan artileri selama enam hari berturut-turut.

Tanggal 27 April 1908 menandai kedatangan pasukan Belanda tambahan di Desa Kusamba dan Jumpai, semakin memperkuat pengepungan terhadap Klungkung.

BACA JUGA:Jalur Pendakian Dibuka, 321 Wisatawan Muncak di Gunung Dempo

Walaupun perlawanan masyarakat Bali sangat gigih, mereka tetap kalah dalam hal persenjataan.

Pasukan kolonial akhirnya berhasil mengepung Istana Semarapura, pusat kekuasaan Kerajaan Klungkung.

Di tengah perang yang berlangsung, berita duka pun tiba: Cokorda Gelgel, Dewa Agung Gde Semarabawa, Dewa Agung Muter, dan putra mahkota kerajaan tewas dalam upaya mempertahankan istana tersebut.

Mendengar berita tersebut, Raja Dewa Agung Jambe II tidak merasa gentar atau mundur.

BACA JUGA:Mengenal Sosok Martin Luther Sosok di Balik Reformasi Protestan

Sebaliknya, ia memilih untuk menjalankan dharmaning ksatria, yaitu kewajiban terpenting seorang kesatria untuk berkorban di medan perang demi menjaga kehormatan dan tanah airnya.

Pada tanggal 28 April 1908, Raja Dewa Agung Jambe II berangkat ke medan perang bersama sekitar 3. 000 anggota laskar Klungkung untuk melawan pasukan kolonial Belanda.

Walaupun mereka berjuang dengan sangat berani, kekuatan besar pasukan Belanda akhirnya menuntaskan perlawanan mereka.

Pada sore hari itu, ratusan prajurit dan warga Klungkung, termasuk Raja Dewa Agung Jambe II, tumbang di tengah hujan peluru. Kerajaan Klungkung akhirnya jatuh ke tangan pihak kolonial Belanda.

BACA JUGA: Empire XXI. Ternyata Semenyeramkan Itu Kisah Dibalik Kemegahan Bioskop Ini

Secara militer, Kerajaan Klungkung mungkin mengalami kekalahan di dalam pertarungan itu. Akan tetapi, Puputan Klungkung 1908 telah menjadi lambang perlawanan yang tak kenal lelah dari rakyat Bali terhadap penjajahan.

Kategori :