Mengenal Sosok Martin Luther Sosok di Balik Reformasi Protestan

Minggu 18-05-2025,21:04 WIB
Reporter : Devi
Editor : Almi

Di satu sisi, reformasi memberikan kebebasan.

Namun, di sisi lain, ia juga meninggalkan warisan konflik dan perpecahan yang sudah berlangsung lama.

Martin Luther sendiri tidak pernah membayangkan bahwa protesnya akan melahirkan ribuan denominasi yang kadang berselisih lebih tajam daripada dengan agama lainnya.

Dia hanya ingin kembali pada inti iman, yakni percaya akan kasih karunia. Namun, sejarah seringkali memiliki cara tersendiri dalam menafsirkan niat baik.

Apa yang muncul dari keinginan pemurnian iman, berkembang menjadi peta keragaman yang sulit untuk dipetakan dengan satu warna.

BACA JUGA:Penaklukan Amerika 500 Prajurit Taklukkan Peradaban Ribuan Tahun

Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa reformasi memberikan semangat baru dalam Kekristenan.

Ia membuka ruang untuk dialog, memberi peluang kepada jemaat untuk berpikir kritis, dan menginterpretasikan ulang hubungan mereka dengan Tuhan.

Dunia yang berubah menuntut iman yang dinamis, bukan iman yang hanya terkunci dalam doktrin semata.

Dan di sinilah letak nilai reformasi yang masih sangat berarti: bukan sebagai lambang perpecahan, melainkan sebagai jalan menuju keyakinan yang terus diperbaharui.

Saat ini, gereja-gereja dari berbagai aliran mulai menyadari akan pentingnya persatuan dalam keberagaman.

BACA JUGA:Renaissance Lonceng Kebangkitan Eropa yang Mengubah Sejarah Dunia

Percakapan antar denominasi didorong, jembatan-jembatan spiritual mulai dibangun di atas sisa-sisa sejarah.

Mungkin luka akibat perpecahan belum sepenuhnya sembuh, tetapi ada harapan dalam setiap usaha untuk merajut kembali kain persaudaraan.

Reformasi tidak perlu dikenang sebagai sebuah bencana, tetapi sebagai momentum menuju gereja yang lebih terbuka dan penuh kasih.

Kategori :