Mengenal Sosok Martin Luther Sosok di Balik Reformasi Protestan

Minggu 18-05-2025,21:04 WIB
Reporter : Devi
Editor : Almi

BACA JUGA:Mengenal Anne Rice, Novelis Genre Fiksi Gotik, Sastra Erotik, dan Sastra Kristen (05)

Dengan memposting 95 dalil di pintu gereja Wittenberg, Luther menyalakan percikan yang mengubah arah sejarah.

Ide-idenya yang revolusioner dengan cepat menyebar layaknya api di padang rumput kering, didorong oleh munculnya mesin cetak yang semakin populer.

Alkitab yang sebelumnya hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu kini diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman agar dapat dipahami oleh masyarakat umum.

Ini bukan sekadar sebuah terjemahan, tetapi sebuah pembebasan, menunjukkan bahwa setiap individu memiliki hak untuk memahami firman Tuhan secara langsung.

BACA JUGA:Waw, Biara Kristen di Arab hingga Tembok Besar China, Penemuan-Penemuan Kuno Terobos Batas Waktu!

Dari sinilah benih berbagai penafsiran mulai tumbuh dan berkembang menjadi aliran-aliran baru.

Gereja yang tadinya menjadi satu-satunya otoritas spiritual perlahan-lahan kehilangan pengaruh.

Muncul berbagai gerakan baru seperti Kalvinisme, Anabaptisme, dan Metodisme yang membawa jati diri serta penekanan masing-masing.

Tidak ada lagi satu suara yang dominan; yang ada hanyalah beragam suara yang mengklaim kebenaran versi masing-masing.

BACA JUGA:Dari Biara Kristen di Arab hingga Gunung Padang di Indonesia, Penemuan Kuno Terobos Batas Waktu!

Perbedaan yang selama ini ditekan kini menjadi kekuatan sekaligus tantangan bagi dunia Kristen modern.

Namun, di balik semangat reformasi, terdapat luka yang hingga kini belum sepenuhnya sembuh.

Kekristenan terpecah tidak hanya dalam ajaran, tetapi juga dalam perasaan umatnya.

Batas-batas denominasi menjadi penghalang yang kadang lebih tinggi dari jembatan persatuan yang diharapkan oleh Kristus.

BACA JUGA:Alcazar Istana Kuno di Sevilla, Seni Arsitektur Islam yang Dikagumi Raja Kristen

Kategori :