Dialog ekumenis digalakkan, jembatan-jembatan spiritual mulai dibangun di atas puing-puing sejarah.
Mungkin luka perpecahan tak sepenuhnya pulih, tapi ada harapan dalam setiap upaya menjahit kembali kain persaudaraan.
Reformasi tidak harus dikenang sebagai tragedi, tetapi sebagai titik balik menuju gereja yang lebih inklusif dan penuh kasih.