PAGARALAMPOS.COM - Revolusi industri bukan sekadar kisah tentang kemajuan teknologi, melainkan perubahan besar yang mengguncang tatanan dunia.
Dari jalanan Inggris yang penuh jelaga hingga pabrik-pabrik raksasa di Amerika Serikat, deru mesin mulai menggantikan derap kaki manusia.
Dunia yang sebelumnya mengandalkan otot dan tangan perlahan digantikan oleh logam, uap, dan roda gigi.
Inilah babak baru yang mengubah cara manusia bekerja, hidup, dan berpikir.
BACA JUGA:Sejarah Gunung Perkison: Jejak Alam dan Legenda di Jantung Aceh Tenggara!
Awal mula revolusi ini terjadi di akhir abad ke-18, saat mesin uap mulai diperkenalkan ke berbagai bidang produksi.
James Watt bukan hanya menciptakan mesin yang lebih efisien, ia mengubah arah sejarah manusia.
Mesin uap mempercepat produksi tekstil, mendorong lahirnya pabrik-pabrik besar, serta membuka peluang distribusi massal.
Bukan hanya produksi yang meningkat, tapi juga kebutuhan akan tenaga kerja dan keterampilan teknis.
BACA JUGA:Sejarah Gunung Cikuray: Menelusuri Jejak Alam dan Budaya di Tanah Priangan!
Perubahan ini tidak hanya terasa di industri, tapi juga dalam struktur sosial dan budaya masyarakat.
Kota-kota tumbuh dengan cepat, menampung ribuan orang yang hijrah demi pekerjaan di pabrik.
Lingkungan yang dulunya tenang berubah menjadi kawasan sibuk, dipenuhi asap dan dentuman besi.
Anak-anak pun ikut bekerja, menyentuh mesin-mesin besar sebelum mereka mengenal bangku sekolah Era ini membawa kemajuan dan tantangan dalam satu tarikan napas.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Galunggung: Jejak Letusan dan Kehidupan di Sekitarnya!