PAGARALAMPOS.COM -Di balik lebatnya hutan pedalaman Provinsi Gorontalo, tersembunyi sebuah komunitas unik yang dikenal sebagai Suku Polahi.
Mereka bukan sekadar kelompok masyarakat adat biasa, tetapi kelompok yang selama berabad-abad hidup dalam keterasingan, jauh dari arus modernisasi dan pemerintahan formal.
Sejarah Suku Polahi penuh dengan teka-teki, namun tetap menyimpan daya tarik budaya dan antropologis yang kuat bagi para peneliti dan masyarakat luas.
Asal Usul Suku Polahi
BACA JUGA:Indonesia Jadi Tuan Rumah, Dunia Tak Menyangka Inilah Peran Besar RI di KAA 1955
Suku Polahi diyakini merupakan keturunan langsung dari orang-orang yang melarikan diri ke hutan pada masa penjajahan Belanda di wilayah Sulawesi.
Menurut berbagai sumber lisan dan kajian antropologi, nenek moyang Polahi dulunya adalah bagian dari masyarakat kerajaan di Gorontalo.
Namun, akibat tekanan politik, penjajahan, serta upaya paksa pemungutan pajak dan penyeragaman budaya oleh Belanda, sebagian dari mereka memilih melarikan diri ke dalam hutan dan hidup dalam pengasingan.
Seiring berjalannya waktu, kelompok ini kehilangan kontak dengan dunia luar dan mulai mengembangkan gaya hidup sendiri yang sangat terisolasi.
BACA JUGA:Perang Saudara Amerika Ketika Isu Perbudakan Mengoyak Negeri Adidaya
Mereka hidup berpindah-pindah (nomaden) di wilayah hutan perbukitan yang kini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.
Gaya Hidup dan Kepercayaan
Suku Polahi hidup dengan cara yang sangat sederhana. Mereka tidak mengenal sistem pertanian menetap, pendidikan formal, atau struktur pemerintahan modern.
Polahi lebih mengandalkan hasil hutan untuk bertahan hidup, seperti berburu, meramu buah-buahan, serta membuat pakaian dari serat tanaman.
BACA JUGA:Darah, Salib, dan Takhta Inilah Wajah Lain Perang Salib yang Jarang Dibahas