Masyarakat di sekitarnya menggantungkan hidup pada danau ini, baik untuk keperluan harian seperti mandi dan mencuci, maupun untuk upacara adat dan kepercayaan lokal.
Dalam tradisi lisan, terdapat banyak kisah tentang makhluk gaib yang menjaga danau, serta cerita tentang bagaimana air danau bisa marah jika manusia serakah atau merusak alam.
Ini menjadi bagian penting dari sistem nilai yang menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan.
Ekologi dan Potensi Alam
Secara ekologis, Danau Paniai termasuk kawasan perairan yang subur. Ikan air tawar seperti mujair dan ikan gabus banyak ditemukan di sini.
BACA JUGA:Menemukan Keistimewaan dan Rahasia Gunung Leuser dalam Perjalanan Eksplorasi yang Menakjubkan
Selain itu, danau ini juga dikelilingi oleh hutan lebat yang menjadi rumah bagi berbagai spesies burung endemik Papua, termasuk cendrawasih yang terkenal itu.
Wilayah sekitarnya juga menyimpan potensi pertanian dan perkebunan karena tanahnya yang subur. Sayangnya, potensi ini belum seluruhnya tergarap maksimal karena terbatasnya sarana transportasi dan infrastruktur.
Status dan Tantangan Masa Kini
Meskipun memiliki nilai budaya dan keindahan alam yang tinggi, Danau Paniai menghadapi berbagai tantangan di era modern.
Salah satunya adalah pencemaran yang mulai mengancam kejernihan air danau akibat aktivitas manusia, termasuk penebangan liar dan pembuangan limbah rumah tangga.
BACA JUGA:Sejarah Rumah Tanean Lanjhang: Warisan Arsitektur Kolektif Masyarakat Madura!
Selain itu, konflik sosial dan politik di Papua juga kadang berdampak pada stabilitas di sekitar kawasan danau.
Kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal turut memperburuk situasi ini.
Meski begitu, beberapa pihak mulai menggiatkan upaya pelestarian, baik melalui penguatan adat lokal maupun kampanye lingkungan.
Organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan pemerintah daerah mulai bekerja sama untuk menjaga ekosistem danau serta memberdayakan masyarakat sekitar.