Menyikapi Sejarah Museum Joang '45: Jejak Perjuangan di Tengah Jakarta!

Selasa 13-05-2025,20:28 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Di tengah hiruk-pikuk ibu kota Jakarta, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan kisah heroik perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Menteng, Jakarta Pusat, merupakan saksi bisu semangat juang para pemuda dan tokoh pergerakan nasional.

Lebih dari sekadar tempat wisata sejarah, museum ini adalah jendela yang membawa kita menengok kembali bagaimana kemerdekaan Indonesia diraih dengan penuh pengorbanan dan keberanian.

Awal Mula: Dari Hotel Menjadi Pusat Perjuangan

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Taman Wilhelmina: Jejak Kolonial di Jantung Jakarta!

Sebelum difungsikan sebagai museum, bangunan Museum Joang '45 dulunya adalah sebuah hotel bernama Hotel Schomper.

Hotel ini dibangun pada awal abad ke-20 oleh seorang Belanda bernama L.C. Schomper.

Hotel Schomper diambil alih dan kemudian dialihfungsikan sebagai asrama serta tempat pelatihan politik bagi para pemuda Indonesia.

Di sinilah lahir benih-benih perjuangan dari para pemuda yang kelak memainkan peran penting dalam sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA:Mereka Tak Terima Indonesia Merdeka Agresi Belanda Nyaris Gagalkan KMB

Gudangnya Aktivis Muda

Gedung Menteng 31 menjadi markas kelompok pemuda yang dikenal sebagai Pemuda Menteng 31.

Kelompok ini terdiri dari tokoh-tokoh muda revolusioner seperti Chairul Saleh, Sukarni, A.M. Hanafi, dan Adam Malik. Mereka dikenal kritis terhadap pendekatan diplomasi yang dijalankan para pemimpin tua dalam upaya kemerdekaan.

Semangat para pemuda ini berapi-api dan penuh determinasi. Salah satu peristiwa penting yang terkait dengan kelompok ini adalah penculikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945.

Aksi tersebut dimaksudkan agar kedua tokoh itu segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur tangan Jepang.

Kategori :