BACA JUGA:Ritual atau Kepercayaan? Inilah Makna Kanibalisme dalam Budaya Suku Papua yang Sudah Ada Sejak Dulu
Mereka menggunakan bahasa Muyu dalam komunikasi sehari-hari.
Nama Muyu diperkirakan berasal dari ungkapan “ok Mui”, yang merupakan cara masyarakat setempat mengucapkan Sungai Mui kepada orang-orang Belanda.
Mata pencaharian utama Suku Muyu meliputi berburu, memancing, mengolah sagu, dan juga memelihara abai atau anjing.
Namun sayangnya, wilayah tempat tinggal mereka tidak begitu subur, sehingga mereka sering mengalami kekurangan pangan, yang berdampak pada tingginya angka kematian di antara penduduk Suku Muyu.
BACA JUGA:Keunikan dan Filosofi Tersembunyi di Balik 3 Rumah Adat Suku Papua
Suku ini memiliki seorang pemimpin yang tinggi kedudukannya, menjadi pengarah dalam kehidupan dan kepercayaan agama mereka.
Di bawah pimpinan tersebut, terdapat individu-individu yang dihormati yang sering disebut Tomkot, Keyepak, atau Bigman.
4. Suku Asmat
Suku Asmat adalah salah satu kelompok terbesar yang dapat ditemukan di Papua. Yang membuat suku ini terkenal ialah karya ukiran kayunya yang sangat khas.
Suku Asmat juga terkenal dengan tarian Tobe yang unik.
BACA JUGA:Menarik! Inilah Tradisi Bakar Batu Dari Suku Papua, Ternyata Begini Perayaan Besarnya?
Suku ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu masyarakat yang tinggal di tepi pantai dan masyarakat Asmat yang menetap di dalam hutan.
Meskipun berasal dari suku yang sama, Suku Asmat yang berada di pesisir dan di pedalaman memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan tersebut terlihat dalam cara mereka menjalani kehidupan sehari-hari, dialek bahasa yang digunakan, upacara adat, dan struktur sosial mereka.
Di sisi lain, kelompok Suku Asmat yang tinggal di pedalaman berada di daerah pegunungan Jayawijaya.