Dari Gurun ke Tiga Benua Inilah Ekspansi Gila Dinasti Umayyah

Senin 12-05-2025,08:57 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Gelang

Kebijakan yang cenderung memprioritaskan kelompok Arab, serta munculnya ketidakpuasan dari kalangan non-Arab (mawali), menjadi salah satu penyebab munculnya ketegangan internal. 

Selain itu, konflik politik dan perebutan kekuasaan di antara elit Umayyah turut memperlemah stabilitas kekhalifahan.

Meski akhirnya tumbang dan digantikan oleh Dinasti Abbasiyah pada tahun 750 M, warisan Dinasti Umayyah tetap hidup dan berpengaruh dalam sejarah dunia Islam. 

BACA JUGA:Menguak Sejarah Tugu Khatulistiwa: Penanda Garis Imajiner yang Mendunia!

Di Andalusia, keturunan Umayyah berhasil mendirikan kekhalifahan baru yang bertahan selama berabad-abad, menciptakan pusat peradaban yang menjadi jembatan antara Timur dan Barat dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan arsitektur.

Dinasti Umayyah telah membuka jalan bagi Islam untuk menjadi agama universal yang mampu melintasi batas geografis dan kultural. 

Melalui kombinasi kekuatan politik, kecanggihan administratif, dan toleransi sosial, mereka mempercepat proses globalisasi Islam.

Jejak mereka masih dapat dirasakan hingga kini, baik dalam struktur pemerintahan Islam klasik, penggunaan bahasa Arab, maupun dalam penyebaran nilai-nilai Islam ke seluruh penjuru dunia.

 

Kategori :