Revolusi Iran Titik Balik Dunia Islam yang Mengubah Sejarah

Rabu 07-05-2025,21:58 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Gelang

Revolusi Iran tahun 1979 bukan sekadar pergantian kekuasaan ia menjadi tonggak sejarah yang mengguncang tatanan politik dunia Islam. 

Ketika rakyat Iran menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi dan mendirikan Republik Islam di bawah pimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini, dunia menyaksikan perubahan dramatis dalam hubungan antara agama dan negara, serta dampak luas yang masih terasa hingga hari ini di berbagai belahan dunia Muslim.

Revolusi ini bermula dari akumulasi ketidakpuasan terhadap pemerintahan Shah yang dianggap otoriter, korup, dan terlalu condong ke Barat, terutama Amerika Serikat.

Modernisasi yang dipaksakan, ketimpangan ekonomi, represi terhadap oposisi, serta marginalisasi ulama dalam kehidupan publik menjadi bahan bakar utama pemberontakan

BACA JUGA:Menggali Sejarah dan Asal Usul Suku Bugis yang Kaya Akan Budaya

Dalam konteks ini, ulama tidak lagi hanya berperan sebagai pemimpin spiritual, melainkan sebagai motor penggerak revolusi.

Setelah keberhasilan revolusi, Iran memproklamirkan dirinya sebagai negara dengan sistem pemerintahan teokratis, yang menggabungkan prinsip demokrasi dan syariat Islam. 

Ini menjadi preseden unik dalam sejarah modern, di mana agama menjadi fondasi negara secara resmi dalam skala nasional. 

Tidak heran, model ini menarik perhatian banyak kelompok Islamis di berbagai negara yang selama ini merasa terpinggirkan oleh rezim sekuler.

BACA JUGA:Sejarah Tari Jaipong: Asal-Usul, Perkembangan, dan Pengaruhnya dalam Dunia Seni!

Revolusi Iran menginspirasi banyak gerakan Islam politik di dunia Muslim. 

Kelompok-kelompok seperti Hezbollah di Lebanon, milisi Syiah di Irak, hingga oposisi Islamis di negara-negara seperti Bahrain, Suriah, dan Arab Saudi melihat Revolusi Iran sebagai bukti bahwa kekuasaan dapat diambil kembali oleh rakyat dengan ideologi Islam sebagai panglima. 

Tidak hanya kelompok Syiah, bahkan sebagian kelompok Sunni radikal juga terinspirasi oleh semangat anti-Barat dan anti-imperialisme yang kuat dari revolusi ini.

Namun, dampaknya tidak selalu bersifat positif atau menyatukan. 

BACA JUGA:Sejarah Tari Tide-Tide: Simbol Kebersamaan dan Warisan Budaya Maluku Utara!

Kategori :