Proyek Benteng dan Politik Etis adalah dua wajah dari kolonialisme satu menunjukkan dominasi fisik, satu lagi dominasi kultural.
Benteng mencoba mengurung perlawanan, sementara Politik Etis mencoba membingkainya dalam kerangka “kemajuan terarah”.
Namun sejarah selalu punya cara membalikkan maksud.
Benteng-benteng itu kini kosong, hanya jadi saksi bisu.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Benteng Indrapatra: Jejak Kejayaan Masa Silam di Pesisir Aceh!
Sementara Politik Etis yang dimaksudkan sebagai alat kontrol justru jadi awal kebangkitan nasional, Hari ini, kita hidup di antara puing-puing benteng dan semangat etis yang terwarisi secara terbalik. Tugas kita bukan melanjutkan warisan itu mentah-mentah, melainkan memaknainya kembali. Agar sejarah bukan hanya dipelajari, tapi juga dimenangkan.