Kondisinya saat ini tergolong kurang terawat. Tidak banyak penanda atau informasi sejarah yang disediakan bagi pengunjung, dan akses menuju lokasi masih cukup menantang.
Namun, potensi wisata sejarah dan budaya dari Benteng Makes sebenarnya sangat besar.
Jika dikelola dengan baik, benteng ini bisa menjadi daya tarik wisata unggulan di Belu, sekaligus sarana edukasi tentang sejarah lokal dan nasional.
Pelestarian benteng ini juga penting sebagai bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan leluhur masyarakat Timor.
BACA JUGA:Diam-Diam Menggetarkan Peran Besar Tokoh Tionghoa dalam Kemerdekaan RI
Menatap Masa Depan
Keberadaan Benteng Makes mengingatkan kita bahwa sejarah tidak hanya tercatat di buku, tetapi juga tertanam dalam lanskap dan ingatan kolektif masyarakat.
Upaya pelestarian benteng ini seharusnya melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, dan komunitas lokal.
Dengan menggali dan mengangkat kisah-kisah yang tersimpan di balik dinding batu tua Benteng Makes, generasi muda dapat belajar tentang keberanian, strategi, dan semangat kebangsaan yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Lebih dari itu, Benteng Makes juga bisa menjadi simbol rekonsiliasi dan perdamaian antara dua negara yang pernah berbagi sejarah panjang: Indonesia dan Timor Leste.