Keputihan seringkali muncul setelah menstruasi saat kadar estrogen mulai meningkat dan tubuh bersiap untuk ovulasi.
Sisa Darah Menstruasi
Terkadang, keputihan disebabkan oleh sisa darah menstruasi yang belum sepenuhnya keluar. Keputihan ini umumnya berwarna kecoklatan dan akan berkurang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Ovulasi
Pada fase ovulasi, tubuh mengalami perubahan hormon yang menyebabkan lendir serviks menjadi lebih encer dan jumlahnya bertambah.
BACA JUGA:Sejarah Bukit Teletubbies: Dari Alam Liar Menjadi Ikon Wisata Instagramable!
BACA JUGA:Sejarah Misteri Hutan Marind-Anim: Mengungkap Keajaiban Alam dan Legenda yang Hidup!
Keputihan dalam fase ini adalah hal yang alami dan tidak perlu dikhawatirkan.
Penggunaan Pil KB
Pil kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh, yang berujung pada peningkatan produksi lendir serviks. Keputihan yang disebabkan oleh pil KB umumnya lebih kental dan berwarna putih.
Vaginosis Bakterialis (BV)
Vaginosis bakterialis terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri di vagina. Ketika bakteri baik digantikan oleh bakteri jahat, tingkat keasaman vagina berubah, menyebabkan perubahan pada keputihan, baik dari segi warna maupun bau.
Infeksi Jamur
Jamur seperti Candida dapat berkembang biak secara berlebihan jika keseimbangan bakteri di vagina terganggu.
Gejala infeksi jamur meliputi keputihan berwarna putih atau kekuningan dengan tekstur mirip keju, serta rasa gatal atau terbakar.
BACA JUGA:Fakta Mengejutkan Sejarah Pribumi Tersembunyi dalam Setiap Halaman Bumi Manusia