Jumlah kamar di rumah ini biasanya disesuaikan dengan jumlah perempuan dalam keluarga, mencerminkan budaya matrilineal masyarakat Minang.
Rumah Tongkonan – Sulawesi Selatan
Tongkonan adalah rumah adat suku Toraja dengan atap yang menyerupai perahu terbalik, melambangkan perjalanan leluhur.
Rumah ini didukung oleh tiang kayu yang kuat, dan bagian kolongnya sering digunakan untuk kandang ternak. Tanduk kerbau yang terpasang di depan rumah menjadi simbol status sosial pemiliknya.
Rumah Panggung (Kajang Lako) – Jambi
Kajang Lako adalah rumah tradisional dari Jambi yang dibangun dengan struktur panggung dan atap melengkung menyerupai perahu.
BACA JUGA:Sejarah Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto: Dari Kerja Paksa Kolonial hingga Warisan Dunia UNESCO!
BACA JUGA:Terungkap Kisah Heroik Pattimura yang Disembunyikan Buku Sejarah
Rumah ini dibuat dari bahan alami seperti ijuk dan kayu keras, dengan tiga pintu yang memiliki fungsi tertentu.
Selain sebagai tempat tinggal, Kajang Lako juga menjadi pusat kegiatan adat.
Rumah Honai – Papua
Honai adalah rumah tradisional suku Dani di Papua, berbentuk bundar dengan atap runcing dari jerami. Rumah ini kecil dan tanpa jendela untuk menjaga kehangatan. Selain sebagai tempat tinggal, Honai juga digunakan untuk berkumpulnya pria dewasa dan menyimpan peralatan adat.
Rumah Limas – Sumatera Selatan
Rumah Limas berasal dari Palembang, dibangun di atas tiang tinggi dengan bahan kayu pilihan. Rumah ini memiliki lima tingkat lantai yang disebut bengkilas, yang mencerminkan status sosial dalam aktivitas adat.
Rumah ini biasanya menghadap ke arah timur atau barat, menggambarkan perjalanan hidup manusia dari lahir hingga meninggal.
BACA JUGA:Indonesia Hampir Terpecah Ini Sejarah Kelam Republik Serikat yang Jarang Dibahas