PAGARALAMPOS.COM - Bukit Payung, sebuah nama yang mungkin belum terlalu dikenal luas di peta wisata nasional, namun menyimpan kisah dan nilai sejarah yang menarik untuk disimak.
Terletak di sebuah kawasan perbukitan yang hijau dan sejuk, Bukit Payung bukan sekadar hamparan alam yang indah, melainkan juga saksi bisu perjalanan waktu dan budaya masyarakat setempat.
Asal-usul Nama Bukit Payung
Nama "Bukit Payung" konon berasal dari bentuk puncaknya yang menyerupai payung terbuka jika dilihat dari kejauhan.
Namun, menurut cerita rakyat yang berkembang, nama tersebut memiliki makna lebih dalam. Dahulu kala, tempat ini dipercaya sebagai lokasi berteduh seorang tokoh sakti dari gangguan cuaca ekstrem saat sedang bertapa.
Dikisahkan bahwa dari langit turun cahaya menyerupai payung besar yang melindungi sang pertapa dari hujan lebat dan terik matahari. Sejak saat itulah bukit ini dinamakan Bukit Payung.
Legenda ini berkembang di kalangan masyarakat dan menjadi bagian dari kepercayaan lokal.
Meskipun sulit dibuktikan secara ilmiah, cerita-cerita seperti ini mencerminkan bagaimana masyarakat masa lalu memaknai alam dan fenomena di sekitarnya melalui narasi spiritual dan simbolik.
BACA JUGA:Dibangun Tanpa Teknologi Modern, Tapi Presisi Piramida Giza Bikin Ilmuwan Bingung!
Peran Bukit Payung di Masa Lalu
Secara geografis, Bukit Payung memiliki posisi strategis yang memungkinkan pengawasan terhadap area sekitarnya.
Hal ini membuat bukit tersebut sering dijadikan tempat pos pengintai oleh pasukan lokal di masa-masa penjajahan.
Beberapa catatan lisan menyebutkan bahwa pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, Bukit Payung pernah menjadi tempat persembunyian sekaligus titik strategis bagi pejuang kemerdekaan.
Di beberapa bagian bukit, masih bisa ditemukan sisa-sisa struktur batu yang diduga bekas tempat pengintaian atau bunker pertahanan.