Dari ketinggian Gunung Geurutee, terbentang pemandangan laut biru dengan gugusan pulau-pulau kecil nan hijau serta garis pantai berpasir putih yang memesona.
Di sekitar area wisata, terdapat warung-warung lokal yang menyajikan makanan khas serta kopi Aceh yang harum.
Suasana makin hidup dengan kehadiran monyet-monyet jinak yang sering menghibur pengunjung.
BACA JUGA:Sejarah Taman Nasional Gunung Lawu: Jejak Spiritual dan Alam Abadi di Perbatasan Jawa!
BACA JUGA:Menyelami Kisah Sejarah Gunung Egon: Vulkanisme dan Kehidupan di Lembata!
Legenda di Balik Batu Besar
Salah satu cerita paling terkenal yang melekat pada Gunung Geurutee adalah tentang seorang wanita yang menanti kepulangan suaminya yang pergi merantau.
Dalam legenda itu, muncul batu besar yang dipercaya merupakan simbol dari kerinduan dan kesetiaan. Kisah ini terus hidup dan menjadi bagian penting dari narasi lokal yang menyentuh emosi.
Filosofi di Balik Pendakian
Gunung Geurutee mengajarkan bahwa setiap perjuangan, seperti mendaki lereng yang curam, akan terbayar dengan keindahan dan kedamaian di puncaknya.
Kisah-kisah tentang gunung ini memberi pesan bahwa dalam setiap rintangan, selalu ada harapan dan kekuatan untuk terus melangkah maju.
BACA JUGA:Anak Gunung Wajib Tahu! Ini Style Keren yang Bikin Nyaman & Trendi di Alam Bebas!
BACA JUGA:Gunung Salak Punya 7 Puncak, Salah Satunya Keramat! Banyak Pendaki Hilang Tanpa Jejak, Kenapa?
Harmoni antara Alam dan Budaya
Geurutee bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang yang menyatukan kisah sejarah dan budaya Aceh.
Formasi batuannya menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang masyarakat setempat, dan hingga kini terus menarik perhatian sebagai tempat yang sarat nilai.