Pemkot PGA

Menyelami Kisah Sejarah Gunung Egon: Vulkanisme dan Kehidupan di Lembata!

Menyelami Kisah Sejarah Gunung Egon: Vulkanisme dan Kehidupan di Lembata!

Menyelami Kisah Sejarah Gunung Egon: Vulkanisme dan Kehidupan di Lembata!-net: foto-

PAGARALAMPOS.COM - Gunung Egon, juga dikenal sebagai Gunung Egon Ili, adalah salah satu Gunung berapi aktif yang terletak di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Dengan ketinggian sekitar 1.703 meter di atas permukaan laut, Egon berdiri gagah di bagian timur Flores, tepatnya di wilayah Kabupaten Sikka.

Meskipun tidak setenar Gunung Rinjani atau Merapi, Egon menyimpan sejarah panjang aktivitas geologi, pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat sekitar, serta potensi alam yang luar biasa.

Asal-usul Nama dan Letak Geografis

BACA JUGA:Sejarah Gunung Kinabalu: Legenda dan Keagungan Alam Borneo!

Nama “Egon” atau “Ili Egon” dalam bahasa setempat berarti “gunung Egon.” Kata “Ili” memang kerap digunakan oleh masyarakat Flores untuk menyebut “gunung.”

Gunung ini terletak cukup dekat dengan kota Maumere, dan dapat terlihat jelas dari beberapa titik di pesisir utara Pulau Flores.

Secara geografis, Gunung Egon berada di atas jalur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), jalur tektonik yang menjadi tempat pertemuan lempeng-lempeng bumi dan dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas vulkanik dan gempa yang tinggi.

Karena itulah, Egon termasuk dalam daftar gunung berapi aktif yang dipantau secara intensif oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

BACA JUGA:Sejarah Tugu Perjuangan 5 April 1949 Palembang: Monumen Penghormatan bagi Para Pahlawan!

Letusan dan Aktivitas Vulkanik

Gunung Egon termasuk dalam kategori stratovolcano, yaitu gunung berapi berbentuk kerucut yang terbentuk dari letusan berlapis-lapis lava dan material piroklastik.

Sejarah aktivitas vulkaniknya cukup signifikan dan telah beberapa kali mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.

Letusan besar tercatat terjadi pada tahun 1925, meskipun belum ada dokumentasi yang lengkap dari masa itu. Sejak awal abad ke-21, aktivitas Gunung Egon kembali meningkat secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait