Tindakan ini menunjukkan bahwa Kerajaan Kutai memiliki sistem sosial dan agama yang terorganisir dengan kuat serta hubungan erat dengan budaya India.
Peralihan ke Islam: Kerajaan Kutai Kartanegara
Sekitar abad ke-16, terjadi perubahan besar dalam sejarah suku Kutai.
Kerajaan ini awalnya merupakan kerajaan bercorak Hindu-Buddha, namun kemudian mengalami Islamisasi setelah masuknya pengaruh pedagang-pedagang dari Kesultanan Demak dan Makassar.
Raja pertama Kutai Kartanegara yang memeluk Islam adalah Aji Raja Mahkota, yang setelah memeluk agama Islam bergelar Sultan Aji Muhammad Idris.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Prawirotaman: Kampung Turis yang Tumbuh dari Akar Sejarah!
Meskipun beralih agama, Kerajaan Kutai tetap mempertahankan beberapa unsur budaya dan adat dari masa sebelumnya.
Kebudayaan Suku Kutai
Budaya suku Kutai sangat dipengaruhi oleh warisan kerajaan dan nilai-nilai adat istiadat. Mereka memiliki berbagai tradisi, tarian, dan upacara adat yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Salah satu upacara terkenal adalah Erau, yang merupakan perayaan tradisional untuk menyambut raja atau memperingati peristiwa penting dalam kerajaan.
Upacara ini biasanya diselenggarakan dengan berbagai ritual, tarian perang, pertunjukan musik tradisional, serta atraksi seni lainnya.
BACA JUGA:Sejarah dan Makna Spiritual Pura Penataran Agung Lempuyang: Warisan Suci di Timur Bali!
Selain itu, masyarakat Kutai juga dikenal dalam seni ukir, kerajinan tangan, serta kuliner khas yang menggambarkan perpaduan budaya Melayu, Hindu, dan Islam.
Suku Kutai di Era Modern
Saat ini, suku Kutai tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Timur, namun sebagian besar masih mendiami daerah Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kutai Timur.
Mereka terus menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi melalui pelestarian bahasa daerah, adat istiadat, serta pendidikan sejarah kepada generasi muda.