PAGARALAMPOS.COM - Pantai Cantik, Misteri Kuno, Tanjung Karang di Balik Lensa
Di antara banyak destinasi wisata bahari di Indonesia Pantai Tanjung Karang di Sulawesi Tengah sering kali disebut sebagai permata tersembunyi.
Terletak sekitar 40 km dari pusat Kota Palu pantai ini dikenal karena air lautnya yang jernih pasir putih yang halus serta keindahan bawah lautnya yang memikat para penyelam. Namun di balik keelokan alamnya, tersimpan jejak sejarah dan misteri yang belum banyak diketahui publik.
Sejarah Singkat Pantai Tanjung Karang
Pantai Tanjung Karang bukan hanya menjadi tempat wisata populer masa kini namun juga memiliki akar sejarah yang mengaitkannya dengan masa lampau masyarakat Sulawesi Tengah.
Berdasarkan beberapa catatan lisan dari masyarakat pesisir kawasan ini dulunya merupakan wilayah persinggahan nelayan dan pelaut dari berbagai kerajaan maritim di Sulawesi termasuk dari Kerajaan Banawa dan kerajaan-kerajaan kecil di sekitar Teluk Palu.
BACA JUGA:Sejarah Hari Kartini: Mengenang Perjuangan Sang Pelopor Emansipasi Wanita Indonesia!
BACA JUGA:Sejarah dan Perkembangan Tari Gandrung: Warisan Budaya Banyuwangi yang Memiliki Makna Mendalam!
Konon, Tanjung Karang pernah menjadi lokasi pertemuan dagang antara pedagang lokal dan pedagang dari luar seperti Bugis Mandar bahkan dari Kepulauan Maluku.
Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya beberapa fragmen gerabah dan sisa-sisa peralatan logam kuno di sekitar area pantai pada tahun 1980-an oleh warga lokal yang kemudian dilaporkan ke Dinas Kebudayaan setempat. Sayangnya belum ada ekskavasi arkeologis resmi yang mendalam untuk meneliti potensi peninggalan sejarah tersebut.
Asal-Usul Nama “Tanjung Karang”
Nama "Tanjung Karang" berasal dari bentuk geografis pantai ini yang menjorok ke laut dan dikelilingi oleh formasi karang keras yang membentuk semacam benteng alami. Masyarakat lokal menyebut tempat ini sebagai “Patuju nu Uvala” dalam bahasa Kaili yang berarti "tanjung karang yang menghadap laut dalam".
BACA JUGA:Menggali Kembali Sejarah Kebaya Kartini: Simbol Emansipasi dan Identitas Perempuan Indonesia!
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Candi Sukuh Karanganyar: Simbol Kebesaran Masa Lalu!
Dalam kepercayaan tradisional masyarakat Kaili tempat-tempat seperti ini dianggap memiliki hubungan kuat dengan alam spiritual dan laut sebagai entitas hidup.