Mengenal Sejarah Kolintang: Alat Musik Tradisional dari Sulawesi Utara!

Minggu 20-04-2025,03:28 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Kolintang adalah alat musik tradisional yang berasal dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara.

Alat musik ini sering digunakan dalam berbagai upacara adat, pertunjukan seni, dan bahkan dalam kebudayaan sehari-hari masyarakat Minahasa.

Kolintang memiliki bentuk yang mirip dengan gamelan, namun dengan karakteristik yang lebih ringan dan lebih ritmis. Sejarah Kolintang sangat terkait dengan budaya Minahasa, dan dari waktu ke waktu alat musik ini telah mengalami berbagai perkembangan.

Asal Usul Kolintang

BACA JUGA:Asal Usul Kepulauan Seribu Dalam Lintasan Zaman Sejarah yang Tak Pernah Usai!

Nama Kolintang sendiri berasal dari suara yang dihasilkan oleh alat ini. “Kolintang” merujuk pada suara ketukan yang dihasilkan saat kayu dipukul, yang terdengar seperti "koling... tang!" yang berulang.

Alat musik ini pada awalnya terbuat dari kayu yang dipotong dengan panjang dan ketebalan tertentu untuk menghasilkan nada-nada tertentu,

Dan dilengkapi dengan pengaturan tali atau senar di bawahnya yang berfungsi untuk menghasilkan getaran yang lebih jelas.

Kolintang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17, seiring dengan perkembangan kebudayaan masyarakat Minahasa.

BACA JUGA:Wow! Fakta Menarik Sejarah Curug Sewu yang Jarang Diketahui Orang Nih

Beberapa ahli sejarah musik menyebutkan bahwa Kolintang pertama kali dikenal ketika masyarakat Minahasa mengadopsi pengaruh budaya dari Eropa, khususnya Belanda, yang datang pada masa penjajahan.

Namun, walaupun dipengaruhi oleh kebudayaan luar, alat musik ini tetap mempertahankan bentuk dan fungsinya yang khas dalam budaya lokal.

Bentuk dan Fungsi Kolintang

BACA JUGA:Bikin Heboh! Menungkap Asal Usul Nama Curug Gong dan Sejarah Legenda di Baliknya

Alat musik ini biasanya dimainkan dengan menggunakan dua batang kayu kecil atau stik, yang dipukul pada bagian-bagian tertentu dari bilah kayu.

Kategori :