Teori ini dipopulerkan oleh Prof. Arysio Santos, seorang ilmuwan asal Brasil yang mengklaim bahwa Atlantis sebenarnya adalah Indonesia kuno. Dalam bukunya "Atlantis: The Lost Continent Finally Found" ia menjelaskan bahwa:
Indonesia memiliki pulau-pulau yang sangat banyak (seperti "cincin air" yang disebut Plato),
BACA JUGA:Misteri Prasejarah: Penemuan Fosil Ekor Hadrosaurus Berumur 72 Juta Tahun di Gurun Meksiko
BACA JUGA:Bagaimana Sejarah Perang Dunia II dan Balasan Propaganda Cabul: Gambar Saru Tentara Sekutu!
Kaya akan emas, perak dan logam lainnya seperti deskripsi Plato Memiliki sistem pertanian sawah dan irigasi kuno yang mirip dengan ciri peradaban Atlantis.
Santos menyebut bahwa Atlantis hancur akibat letusan gunung berapi dan banjir besar yang bertepatan dengan teori cataclysmic flood (banjir dahsyat) pada akhir Zaman Es (sekitar 11.000 tahun lalu) yang juga menjadi asal-usul mitos air bah di berbagai budaya.
Sementara itu Lemuria dikaitkan oleh para ahli geologi dan arkeologi dengan Dataran Sunda Kuno (Sundaland) daratan luas yang pernah menghubungkan Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Semenanjung Malaya selama Zaman Es.
BACA JUGA:Mengapa Bangunan Bersejarah di Pusat Kota Medan Menarik untuk Dikunjungi? Cek Faktanya
Prof. Stephen Oppenheimer, dalam bukunya "Eden in the East" menyebut bahwa setelah Laut Cina Selatan dan wilayah Indonesia bagian barat terendam oleh naiknya permukaan laut sekitar 8.000–10.000 tahun lalu terjadi migrasi besar-besaran ke wilayah lain.
Oppenheimer mengusulkan bahwa peradaban-peradaban besar seperti Mesopotamia Mesir, dan India mungkin berasal dari para migran yang meninggalkan "Eden di Timur" ini menjadikan Nusantara sebagai sumber awal peradaban dunia.
Jejak Arkeologis dan Tradisi Lokal
Beberapa situs dan tradisi lokal mendukung teori bahwa Nusantara dulunya adalah rumah bagi peradaban besar:
BACA JUGA:Simak! Sejarah dan Asal Usul Suku Batak, Menelusuri Jejak Peradaban di Sumatera Utara