Suku Mandar dan Warisan Bahari: Menggali Identitas Maritim Sulawesi Barat

Rabu 09-04-2025,16:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Dalam perayaan ini, anak-anak menaiki kuda berhias warna-warni, diiringi musik tradisional dan tarian khas Mandar.

Perlawanan terhadap Penjajahan

Pada masa kolonial Belanda, masyarakat Mandar dikenal sebagai salah satu kelompok yang gigih menolak kekuasaan asing.

Perlawanan terhadap kolonialisme berlangsung dalam berbagai bentuk, menunjukkan semangat kemerdekaan yang tinggi di kalangan mereka.

BACA JUGA:Sejarah Benteng Marlborough: Jejak Kolonial Inggris di Tanah Bengkulu!

BACA JUGA:Menyikapi Kisah Sejarah Gedung Filateli Jakarta: Warisan Kolonial di Jantung Kota!

Suku Mandar di Era Kini

Meski modernisasi terus bergerak, masyarakat Mandar tetap mempertahankan kekayaan tradisi mereka. Warisan budaya seperti Sayyang Pattuqduq kini juga menjadi daya tarik wisata budaya.

Selain itu, sektor perikanan dan pelayaran tradisional tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Generasi muda Mandar kini banyak yang menempuh pendidikan tinggi dan mengambil peran dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan hingga sektor profesional lainnya, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Suku Mandar adalah cerminan kekayaan budaya Nusantara yang terus hidup dan berkembang.

Dengan warisan maritim, nilai adat yang kuat, dan semangat adaptif terhadap zaman, Mandar tetap menjadi bagian penting dalam mozaik kebudayaan Indonesia.

 

Kategori :