Berbagai kapal layar dan perahu pinisi dari Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku berlabuh di sini, membawa barang dagangan dari seluruh penjuru Nusantara.
Peran dalam Sejarah Modern
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, Pelabuhan Sunda Kelapa tetap berfungsi sebagai pelabuhan perdagangan skala kecil.
BACA JUGA:Sejarah Masjid Raya Al-Mashun: Keagungan Arsitektur Islam di Kota Medan!
Pemerintah Indonesia membangun pelabuhan modern, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, untuk menggantikan peran utama Sunda Kelapa. Namun demikian, Sunda Kelapa tidak kehilangan nilai historisnya.
Hari ini, Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya. Kapal-kapal tradisional pinisi masih bisa dilihat bersandar di dermaga, menciptakan suasana nostalgia masa lalu.
Museum Bahari yang terletak di sekitar kawasan ini juga menyimpan berbagai koleksi yang menceritakan sejarah maritim Indonesia.
Simbol Identitas Jakarta
BACA JUGA:Sejarah Masjid Agung Keraton Surakarta: Warisan Keislaman dan Kebudayaan Jawa!
Bisa dikatakan, tanpa Sunda Kelapa, Jakarta mungkin tidak akan pernah ada.
Dari pelabuhan kecil yang ramai oleh aktivitas perdagangan, kemudian berubah menjadi Jayakarta, lalu Batavia, dan akhirnya Jakarta—semuanya berakar dari sejarah panjang pelabuhan ini.
Sunda Kelapa bukan hanya tempat berlabuh kapal, tapi juga tempat lahirnya sebuah kota besar dan penting di Asia Tenggara.