BACA JUGA:Sejarah Misteri Kota Bawah Laut di Danau Toba: Legenda yang Menghanyutkan Imajinasi!
2. Pusat Perdagangan dan Maritim di Nusantara
Kesultanan Gowa-Tallo menjadi salah satu pusat perdagangan utama di Nusantara, berkat letaknya yang strategis di jalur pelayaran antara Maluku, Jawa, dan Malaka.
Mereka juga menjalin hubungan dagang dengan suku Aborigin di Australia, terutama dalam perdagangan teripang.
Perlawanan Terhadap Kolonialisme
BACA JUGA:Menilik Kisah Sejarah Kapal Hantu SS Ourang Medan: Misteri yang Menghantui Samudra!
1. Konflik dengan VOC (Belanda)
Pada abad ke-17, Kesultanan Gowa-Tallo mulai mengalami tekanan dari VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) atau Perusahaan Dagang Belanda.
VOC berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia Timur, sementara Makassar tetap mempertahankan kebebasan berdagang dengan siapa pun.
2. Perjuangan Sultan Hasanuddin
BACA JUGA:Menilik Kisah Sejarah Kapal Hantu SS Ourang Medan: Misteri yang Menghantui Samudra!
Karena keberaniannya dalam melawan penjajah, ia mendapat julukan "Ayam Jantan dari Timur".
Namun, meskipun berjuang keras, Kesultanan Gowa-Tallo akhirnya dikalahkan oleh pasukan gabungan Belanda dan Bone pada tahun 1669.
Belanda kemudian menduduki Makassar dan membangun Benteng Rotterdam, yang menjadi pusat kekuasaan mereka di Sulawesi Selatan.
Meskipun Kesultanan Gowa tidak lagi memiliki kekuatan militer yang besar, semangat perjuangan masyarakat Makassar tetap membara, dan mereka terus melakukan perlawanan dalam bentuk perlawanan rakyat serta gerakan bawah tanah.
BACA JUGA:Kerajaan Galuh dan Pengaruh Peradaban Sunda