Sejarah Bima: Perjalanan Panjang dari Kerajaan hingga Era Modern!

Kamis 27-03-2025,23:20 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

BACA JUGA:Sejarah Misteri Kota Bawah Laut di Danau Toba: Legenda yang Menghanyutkan Imajinasi!

Pada tahun 1945, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Kesultanan Bima secara resmi menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sultan Muhammad Salahuddin, yang saat itu memimpin Bima, menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Indonesia dan membantu integrasi Bima ke dalam pemerintahan nasional.

Bima di Era Modern

Setelah menjadi bagian dari Indonesia, Bima berkembang sebagai salah satu pusat budaya dan ekonomi di Nusa Tenggara Barat. Beberapa sektor utama yang berkembang di Bima saat ini meliputi:

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gua Kontilola: Keunikan Gua Penuh Stalaktit dan Kelelawar di Papua!

Pertanian dan Perikanan: Bima terkenal sebagai penghasil beras dan hasil laut yang melimpah.

Pendidikan dan Budaya: Masyarakat Bima tetap mempertahankan warisan budaya mereka, termasuk bahasa Bima dan tradisi kesenian seperti tarian dan musik khas.

Meskipun mengalami modernisasi, nilai-nilai adat dan budaya Bima tetap terjaga dalam kehidupan masyarakatnya.

Kejayaan Kesultanan Bima di masa lalu menunjukkan peran penting wilayah ini dalam perdagangan, budaya, dan penyebaran Islam di Nusantara.

BACA JUGA:Sejarah Gua Harimau: Jejak Peradaban Purba dan Kehidupan Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan!

Meskipun sempat mengalami masa sulit selama era kolonial, Bima tetap mempertahankan identitasnya dan berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kini, Bima terus berkembang dengan tetap menjaga warisan budaya dan sejarahnya yang kaya.

Dengan kombinasi antara nilai tradisional dan perkembangan modern, Bima tetap menjadi salah satu wilayah yang memiliki keunikan dalam sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Kategori :