Metro Manila: Jejak Kolonial, Transformasi, dan Dinamika Kota Megapolitan

Kamis 03-04-2025,09:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Namun, perkembangan ini terhenti saat Jepang menduduki Filipina pada 1942 selama Perang Dunia II. Pada tahun 1945, Pertempuran Manila mengakibatkan kehancuran besar dan banyak korban jiwa akibat pertempuran sengit antara pasukan Sekutu dan Jepang.

Kemerdekaan dan Perkembangan Urban (1946-1972)

Setelah Filipina meraih kemerdekaan pada 1946, pertumbuhan populasi dan ekonomi di Manila semakin pesat.

Pada tahun 1975, Presiden Ferdinand Marcos secara resmi membentuk Metro Manila sebagai kawasan metropolitan yang mencakup 17 kota dan munisipalitas, termasuk Manila, Quezon City, Makati, dan Pasig.

BACA JUGA:Kisah Sejarah Museum Sonobudoyo: Menyelami Kekayaan Budaya Jawa di Jantung Yogyakarta!

BACA JUGA:Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang: Menelusuri Jejak Sejarah di Bumi Sriwijaya!

Namun, era Marcos juga diwarnai dengan kebijakan darurat militer pada 1972, yang berujung pada meningkatnya ketidakpuasan publik.

Puncaknya terjadi pada Revolusi EDSA 1986 yang menggulingkan Marcos dan membawa Corazon Aquino ke kursi kepresidenan.

Tantangan dan Perkembangan Modern

Seiring waktu, Metro Manila berkembang menjadi pusat bisnis, pemerintahan, dan budaya di Filipina.

Namun, pesatnya urbanisasi juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti kemacetan lalu lintas, polusi udara, banjir, dan kesenjangan sosial.

BACA JUGA:Sejarah Gua Tewet: Mengungkap Warisan Seni Cadas Prasejarah di Kalimantan Timur!

BACA JUGA:Meyikapi Kisah Sejarah Gua Lawa: Jejak Alam dan Budaya di Perut Bumi!

Pemerintah Filipina terus berupaya mengatasi permasalahan ini melalui pembangunan infrastruktur, seperti MRT, LRT, dan proyek Metro Manila Subway.

Selain itu, program perumahan dan pengelolaan sampah menjadi bagian dari rencana peningkatan kualitas hidup penduduk metropolitan ini.

Sebagai jantung perekonomian dan pemerintahan Filipina, Metro Manila tetap menjadi simbol perjalanan bangsa dari era kolonial hingga era modern, dengan segala dinamika dan tantangan yang dihadapi.

Kategori :