Misalnya, aturan tentang rasio kecukupan modal (CAR) memastikan bahwa bank memiliki cadangan dana yang cukup untuk menghadapi risiko ekonomi.
BACA JUGA:Bank Digital di Indonesia: Solusi Masa Depan atau Ancaman Baru? Ini Jawabannya!
Perubahan Suku Bunga dan Daya Beli Masyarakat
Kebijakan moneter yang mengubah suku bunga acuan langsung berdampak pada bunga kredit dan deposito.
Jika suku bunga tinggi, masyarakat lebih tertarik menabung daripada mengajukan pinjaman, sehingga permintaan kredit menurun.
Sebaliknya, suku bunga rendah memicu peningkatan konsumsi dan investasi melalui pinjaman yang lebih murah.
Meningkatnya Persaingan dalam Industri Keuangan
Regulasi terkait fintech dan perbankan digital menciptakan persaingan baru bagi bank konvensional.
BACA JUGA:Bank Jadi Pahlawan Lingkungan? Ini Inisiatif Rahasia Mereka yang Wajib Kamu Tahu!
Perusahaan teknologi keuangan (fintech) menawarkan layanan keuangan yang lebih fleksibel dan inovatif, mendorong bank untuk beradaptasi dengan digitalisasi agar tetap kompetitif.
Peningkatan Kepatuhan dan Biaya Operasional
Regulasi yang lebih ketat menuntut bank untuk meningkatkan sistem pengawasan dan kepatuhan, yang sering kali membutuhkan investasi besar dalam infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia.
Ini bisa meningkatkan biaya operasional bank dalam jangka pendek.
Meningkatnya Inklusi Keuangan
Kebijakan yang mendorong inklusi keuangan, seperti program bank tanpa kantor (branchless banking) dan sistem pembayaran digital, memungkinkan lebih banyak masyarakat mendapatkan akses ke layanan keuangan.
BACA JUGA:Blockchain di Perbankan: Revolusi Keamanan atau Ancaman bagi Bank Tradisional?