Sejarah Rumah Adat Bubungan Tinggi: Warisan Arsitektur Suku Banjar!

Selasa 18-03-2025,13:20 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

2. Struktur Rumah Panggung

Seperti kebanyakan rumah adat di Kalimantan, Rumah Bubungan Tinggi berbentuk rumah panggung dengan ketinggian sekitar 2 meter dari tanah.

Hal ini bertujuan untuk menghindari banjir, melindungi dari binatang liar, serta menjaga kesejukan di dalam rumah.

3. Menggunakan Bahan Kayu Ulin

BACA JUGA:Candi Tebing Kerobokan: Memiliki Keunikan, Arsitektur, Warisan Sejarah yang Terukir di Tebing!

Rumah ini dibangun dengan bahan utama kayu ulin, yang terkenal kuat dan tahan lama, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem.

Kayu ulin sering digunakan dalam konstruksi bangunan tradisional di Kalimantan karena daya tahannya yang tinggi terhadap air dan serangga.

4. Terbagi dalam Beberapa Ruangan

Rumah Bubungan Tinggi memiliki beberapa bagian utama, yaitu:

BACA JUGA:Sejarah Suku Apung: Memiliki Gaya Hidup, Tradisi Komunitas Pengembara di Perairan Nusantara!

  • Palatar (teras depan): Tempat untuk menerima tamu dan bersantai.
  • Panampik Kecil & Panampik Tangah: Ruangan untuk tamu atau musyawarah keluarga.
  • Padapuran (dapur): Berada di bagian belakang rumah dan digunakan untuk memasak.

5. Ukiran Kayu yang Indah

Dinding dan tiang rumah biasanya dihiasi dengan ukiran khas Banjar yang memiliki motif flora dan fauna, melambangkan keselarasan dengan alam.

Makna Filosofi Rumah Bubungan Tinggi

BACA JUGA:Pernikahan Jamak di Sparta: Tradisi Unik dalam Sejarah Yunani Kuno

Rumah Bubungan Tinggi tidak hanya memiliki keindahan arsitektur, tetapi juga sarat akan nilai-nilai filosofis yang mencerminkan kehidupan masyarakat Banjar.

Atap Tinggi Melambangkan Kebesaran

Kategori :