Hati-Hati! Toxic Positivity Bisa Merusak Mental Tanpa Disadari!

Minggu 23-02-2025,15:38 WIB
Reporter : Gelang
Editor : Almi

Bos atau rekan kerja yang mengatakan, "Jangan mengeluh, semua orang juga mengalami hal yang sama."

BACA JUGA:Sampaikan Pidato Perdana, Herman Deru: Bawa Sumsel Lebih Baik Lagi

Dalam Kehidupan Pribadi: Menolak mengakui rasa sedih atau marah dengan berpura-pura semuanya baik-baik saja.

Memaksakan diri untuk terlihat bahagia demi menyenangkan orang lain.

Bahaya Toxic Positivity bagi Kesehatan Mental

Meskipun berpikir positif memiliki manfaat, namun jika dilakukan secara berlebihan dan menekan emosi negatif, hal ini bisa menimbulkan berbagai dampak buruk, seperti:

Menekan Emosi yang Seharusnya Diekspresikan

Setiap emosi, baik positif maupun negatif, memiliki peran penting dalam keseimbangan psikologis seseorang.

BACA JUGA:Hindari Lingkungan Toxic yang Merugikan! Berikut Caranya!

Jika seseorang terus-menerus menekan emosi negatif, hal ini bisa menyebabkan stres dan kecemasan yang berkepanjangan.

Membuat Orang Merasa Bersalah atas Perasaan Mereka

Seseorang yang mengalami toxic positivity sering merasa bersalah ketika mereka merasa sedih atau kecewa, karena mereka berpikir bahwa mereka harus selalu bahagia.

Ini bisa membuat seseorang enggan untuk berbagi perasaan dan justru memendamnya sendiri.

Menghambat Proses Penyembuhan Emosional

Kesedihan, kemarahan, atau kekecewaan adalah bagian alami dari proses penyembuhan emosi.

BACA JUGA:Ini Alasan Kasi Propam Gembosi Motor Anggota, Jika Kosong Kita Periksa

Kategori :