Tahukah Kamu? 5 Tradisi Adat Maluku Ini Masih Lestari Hingga Kini!

Sabtu 15-02-2025,16:06 WIB
Reporter : Devi
Editor : Jukik

Dalam upacara ini, dua kelompok pria dari desa yang berbeda akan saling memukul dengan sapu lidi dalam waktu yang telah ditentukan.

Meskipun tampak seperti perkelahian, Pukul Sapu sebenarnya memiliki makna mendalam tentang keberanian, persaudaraan, dan rekonsiliasi.

Setelah upacara selesai, peserta saling berjabat tangan sebagai simbol persatuan.

5. Upacara Panas Pela

Panas Pela adalah upacara adat yang melambangkan ikatan persaudaraan antar negeri (desa) di Maluku.

BACA JUGA:Rahasia Membuat Telur Dadar Tebal yang Tetap Empuk dan Anti Kempis!

Pela adalah perjanjian persaudaraan yang telah dibuat oleh leluhur dari dua atau lebih negeri yang berbeda, dengan tujuan untuk saling membantu dalam berbagai aspek kehidupan.

Upacara Panas Pela dilakukan untuk memperbarui atau memperkuat perjanjian tersebut.

Biasanya, masyarakat dari negeri-negeri yang memiliki hubungan Pela akan berkumpul, melakukan ritual adat, makan bersama, dan mengucapkan sumpah untuk tetap menjaga persaudaraan.

Tradisi ini menjadi bukti kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan dalam budaya Maluku.

BACA JUGA:Jaga Kebugaran Jasmani, Olga Bersama Perkuat Kekompakan Jajaran Polres Pagar Alam

Keberagaman budaya Maluku terlihat dari berbagai upacara dan tradisi adat yang masih dijaga hingga kini.

Upacara Cuci Negeri, Tradisi Bakar Batu, Upacara Kapata, Pukul Sapu di Morella, dan Upacara Panas Pela merupakan warisan leluhur yang kaya makna.

Tradisi-tradisi ini tidak hanya mencerminkan identitas masyarakat Maluku, tetapi juga menjadi simbol persatuan, keberanian, dan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan.

Dengan menjaga kelestarian upacara dan tradisi adat, masyarakat Maluku tidak hanya mempertahankan warisan budaya mereka, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang.

Tags :
Kategori :

Terkait