Upacara ini merupakan cara masyarakat untuk memasak makanan secara tradisional dengan menggunakan batu yang dipanaskan di atas api.
Prosesi Bakar Batu diawali dengan menyalakan api besar, lalu batu-batu diletakkan di atasnya hingga membara.
Setelah itu, batu-batu panas tersebut digunakan untuk memasak daging babi, ayam, atau ikan yang telah dibumbui.
Tradisi ini sering dilakukan dalam acara-acara besar seperti perayaan panen, pernikahan, atau penyambutan tamu penting.
BACA JUGA:Modus Penipuan Online Makin Canggih!? Begini Cara Lindungi Saldo DANA Anda!
3. Upacara Kapata
Kapata adalah bentuk tradisi lisan dalam masyarakat Maluku.
Kapata biasanya berbentuk nyanyian atau syair yang mengandung pesan moral, sejarah, atau legenda yang diwariskan secara turun-temurun.
Upacara Kapata sering dilakukan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, penyambutan tamu, atau acara keagamaan.
Orang yang menyanyikan Kapata biasanya adalah tetua adat atau orang yang dianggap memiliki hubungan kuat dengan leluhur.
BACA JUGA:Kesbangpol Gelar Peningkatan Legalitas Ormas dan LSM, Optimalkan Fungsi Kontrol Sosial
Syair-syair dalam Kapata mengandung makna mendalam dan menjadi salah satu cara masyarakat Maluku untuk menjaga sejarah serta nilai-nilai budaya mereka.
4. Tradisi Pukul Sapu di Morella
Pukul Sapu adalah tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Desa Morella, Maluku Tengah.
Tradisi ini merupakan bagian dari peringatan perjanjian perdamaian antara desa-desa yang pernah berseteru di masa lalu.
BACA JUGA:Bangun Kesadaran, Dua Lurah di Dempo Utara Inisiasi Gotong Royong Bersihkan Sampah