Rumah Adat Bali: Simbol Harmoni dan Kearifan Lokal dalam Arsitektur

Selasa 11-02-2025,03:56 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Zona biasa berada di Kelod (menghadap laut, simbol dunia bawah).

Area yang lebih tinggi umumnya digunakan untuk kegiatan religius, sedangkan bagian yang lebih rendah berfungsi untuk aktivitas sehari-hari.

3. Keberadaan Merajan atau Sanggah

Setiap rumah adat Bali memiliki Merajan atau Sanggah, yaitu tempat pemujaan keluarga yang biasanya terletak di Kaja-Kangin (utara-timur), lokasi yang dianggap paling suci. Keberadaan tempat ini mencerminkan spiritualitas masyarakat Bali dalam kehidupan sehari-hari.

4. Struktur Bangunan yang Terpisah

Rumah adat Bali terdiri dari beberapa bangunan kecil dengan fungsi berbeda, seperti:

BACA JUGA:Legenda Ken Arok: Perebutan Kekuasaan yang Mengubah Sejarah Nusantara

BACA JUGA:Kerajaan Kediri: Jejak Kejayaan Hindu dalam Sejarah Nusantara

Bale Daja: Kamar utama untuk kepala keluarga atau tamu penting.

Bale Dauh: Ruang kerja atau tempat tidur anggota keluarga lainnya.

Bale Dangin: Ruangan khusus untuk upacara adat.

Paon: Dapur, biasanya berada di bagian Kelod.

Pembagian ruang ini mencerminkan keteraturan dalam kehidupan masyarakat Bali serta menyesuaikan dengan nilai-nilai budaya setempat.

BACA JUGA:Ternyata, Pempek Palembang Punya Sejarah yang Tak Terduga, Loh! Temukan Alasannya!

BACA JUGA:Misteri dan Pesona Bukit Barisan: Jejak Sejarah dan Keindahan Alam yang Menakjubkan

5. Penggunaan Material Alami dan Ramah Lingkungan

Kategori :