BACA JUGA:Kopi Sering Dikonsumsi sebagai Solusi untuk Menghilangkan Kantuk, Inilah Bahaya Kopi Bagi Kesehatan!
4. Kesulitan dalam Bergerak
Karena nyeri dan peradangan yang ditimbulkan, seseorang yang mengalami asam urat pada tulang belakang mungkin merasa kesulitan untuk melakukan aktivitas normal, seperti berjalan, duduk, atau membungkuk. Gerakan-gerakan tersebut bisa terasa sangat tidak nyaman atau bahkan menyakitkan.
Selain itu, ketegangan pada tulang belakang bisa menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke area tubuh lain, seperti pinggang, pinggul, atau bahkan kaki.
5. Penyakit Gout yang Menyebar ke Tulang Belakang
Jika seseorang sudah memiliki riwayat penyakit gout yang menyerang sendi-sendi lain, misalnya pada jari-jari kaki atau lutut, penumpukan kristal asam urat dapat menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk tulang belakang.
Gout adalah kondisi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat yang mengendap di sendi, menyebabkan peradangan yang sangat menyakitkan.
Pada gout yang menyerang tulang belakang, penderita bisa mengalami gejala serupa dengan yang terjadi pada persendian lain, seperti rasa sakit yang datang tiba-tiba, peradangan, dan keterbatasan gerak.
Gout yang terjadi di tulang belakang bisa lebih sulit didiagnosis, karena gejalanya bisa mirip dengan masalah punggung lainnya, seperti hernia diskus atau radikulopati.
BACA JUGA:Buah Duku, Keajaiban Alam yang Penuh Manfaat untuk Kesehatan
6. Penderita dengan Faktor Risiko Tinggi
Penderita dengan riwayat keluarga yang memiliki masalah asam urat atau gout lebih berisiko mengalami masalah yang sama, termasuk di tulang belakang.
Selain itu, faktor risiko lainnya seperti pola makan tinggi purin (misalnya makanan laut, daging merah, alkohol), obesitas, atau kondisi medis tertentu (seperti hipertensi dan diabetes) dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan asam urat yang mengendap di tulang belakang.
7. Rasa Sakit yang Muncul secara Tiba-Tiba
Penderita asam urat di tulang belakang sering kali merasakan serangan nyeri mendalam yang muncul secara mendadak.
Rasa sakit ini bisa datang begitu saja, bahkan tanpa adanya cedera atau aktivitas berat sebelumnya. Nyeri ini juga bisa datang di waktu-waktu tertentu, misalnya di malam hari atau setelah beraktivitas sepanjang hari.