Tidak cocok dipergunakan oleh orang yg mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendinitis
Namun, dibalik kekurangannya, BAB memakai toilet jongkok memiliki banyak kelebihan berasal segi kesehatan.
Sejumlah penelitian menyebut, posisi jongkok ketika BAB lebih efektif melancarkan proses BAB. Ini berkaitan erat menggunakan kinerja otot serta postur tubuh yg mendukung proses BAB.
Posisi jongkok berfungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus sekaligus membuat otot di anus dan usus akbar lebih relaks.
BACA JUGA:Aplikasi Dana Error? Simak Penyebab dan Cara Mudah Mengatasinya untuk Transaksi Bebas Hambatan
Menggunakan begitu, BAB pun menjadi lebih mudah dan tinja mampu keluar lebih maksimal.
Sedangkan, di posisi duduk, otot saluran cerna akan menekan rektum serta menyempitkan saluran dubur. Hal ini bisa merusak kelancaran BAB.
Penelitian lain mengungkapkan, BAB memakai toilet jongkok atau menggunakan posisi jongkok bisa membantu menjaga pergerakan usus, sebagai akibatnya mencegah kembung, sembelit, dan wasir.
Selain itu, toilet jongkok juga baik digunakan buat ibu hamil karena bisa menjaga kekuatan otot panggul.
BACA JUGA:Jangan Sampai Keliru! Begini Cara Membedakan Daging Sapi dan Daging Babi
Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk?
Berdasarkan informasi-berita pada atas, penggunaan toilet jongkok buat BAB lebih disarankan daripada toilet duduk.
Tetapi, bila engkau lebih nyaman gunakan toilet duduk dan telah memasangnya di tempat tinggal, tidak perlu dibongkar lagi.
Engkau relatif beli bangku pendek alias dingklik buat diletakkan di bawah kaki ketika BAB. Posisi yg mirip berjongkok ini akan menghasilkan otot-otot usus rileks, serta jalur keluar feses menjadi lebih lapang.
BACA JUGA:Tips Mengatasi Habis Makan Ngantuk, Ternyata Ini Penyebabnya!
Melihat kelebihan serta keuntungan masing-masing jenis toilet, kini engkau mampu menentukan sesuai menggunakan kondisimu.