Kanker adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel tubuh tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk massa atau tumor.
Beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus besar, memiliki kaitan dengan radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh. Kulit manggis kaya akan xanthones, senyawa antioksidan yang memiliki potensi untuk melawan radikal bebas dalam tubuh.
Xanthones juga dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker dengan cara menginduksi apoptosis (kematian sel yang terprogram) pada sel-sel kanker.
Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis memiliki aktivitas antikanker yang dapat membantu mencegah perkembangan kanker.
Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, konsumsi air rebusan kulit manggis dapat berfungsi sebagai langkah pencegahan terhadap kanker.
BACA JUGA:Manfaat Tersembunyi Kulit Bawang Merah dan Bawang Putih yang Wajib Diketahui
4. Infeksi Bakteri dan Jamur
Kulit manggis mengandung senyawa antibakteri dan antijamur yang kuat, seperti flavonoid dan tanin, yang dapat membantu melawan infeksi.
Bakteri dan jamur dapat menyebabkan berbagai infeksi pada tubuh, mulai dari infeksi kulit hingga infeksi saluran kemih. Air rebusan kulit manggis dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri dan jamur, termasuk bakteri penyebab infeksi saluran kemih dan jamur penyebab kandidiasis.
Dengan mengonsumsi air rebusan kulit manggis, Anda dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah infeksi yang disebabkan oleh patogen tersebut.
5. Penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang mempengaruhi kemampuan otak untuk mengingat dan berpikir.
Penyakit ini sering dikaitkan dengan penumpukan plak amyloid di otak, yang dapat merusak sel-sel saraf dan mengganggu komunikasi antar sel.
Senyawa xanthones dalam kulit manggis diketahui memiliki sifat neuroprotektif, yang berarti dapat membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan.
Penelitian menunjukkan bahwa xanthones dapat membantu mengurangi stres oksidatif di otak, yang merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan sel otak.