Sejarah Yakuza di Kekaisaran Jepang, Benarkah Asal Usulnya Samurai

Jumat 26-09-2025,05:58 WIB
Reporter : Almi
Editor : Almi

Oyabun secara harfiah berarti orang tua asuh, menandakan posisi bos sebagai kepala keluarga tekiya mereka.

Kelompok kedua yang memunculkan yakuza adalah bakuto atau penjudi. Perjudian dilarang keras selama masa Tokugawa dan tetap ilegal di Jepang hingga hari ini.

Bakuto pun memutar otak agar bisa terus berjudi. Mereka sering memakai tato warna-warni di sekujur tubuh mereka.

Pada akhirnya, tradisi itu mengarah pada kebiasaan menato seluruh tubuh untuk yakuza modern.

BACA JUGA:Mobil Listrik Jadi Tren Anak Muda yang Bikin Hidup Lebih Keren dan Hemat”

Dari bisnis inti mereka sebagai penjudi, bakuto secara alami bercabang menjadi rentenir dan beragam kegiatan ilegal lainnya.

Bahkan saat ini, geng yakuza tertentu mengidentifikasi diri mereka sebagai tekiya atau bakuto. Bagaimana menentukannya?

“Hal itu tergantung pada bagaimana mereka menghasilkan sebagian besar uang mereka,” tambah Szczepanski.

Mereka juga mempertahankan ritual yang digunakan oleh kelompok sebelumnya sebagai bagian dari upacara inisiasi.

BACA JUGA:Duta Besar Jepang Ungkap Peluang Kerja bagi Warga Indonesia di Tengah Krisis Tenaga Kerja Yang Serius

Yakuza Modern di Kekaisaran Jepang

Sejak akhir Perang Dunia II, geng yakuza kembali populer setelah jeda selama perang.

Pemerintah Jepang memperkirakan pada tahun 2007 terdapat lebih dari 102.000 anggota yakuza yang bekerja di Jepang dan luar negeri, dalam 2.500 keluarga berbeda.

Diskriminasi terhadap burakumin telah diakhiri secara resmi pada tahun 1861, lebih dari 150 tahun kemudian.

Namun, banyak anggota geng yakuza adalah keturunan dari kelas orang buangan tersebut.

Lainnya adalah etnis Korea, yang juga menghadapi banyak diskriminasi dalam masyarakat di Kekaisaran Jepang.

Kategori :