Sejarah Yakuza di Kekaisaran Jepang, Benarkah Asal Usulnya Samurai

Jumat 26-09-2025,05:58 WIB
Reporter : Almi
Editor : Almi

Yakuza Diera Keshogunan Tokugawa

Yakuza berasal dari era Keshogunan Tokugawa (1603 - 1868) dengan dua kelompok orang buangan yang terpisah.

Yang pertama dari kelompok itu adalah tekiya, pengembara yang berkeliling dari desa ke desa. Kelompok ini menjual barang-barang berkualitas rendah di festival dan pasar.

Banyak tekiya berasa dari kelas sosial burakumin, sekelompok orang buangan.

Kelompok buangan ini sebenarnya berada di bawah struktur sosial feodal Jepang bertingkat empat, mirip dengan kasta dalit di India.

BACA JUGA:Penelusuran Ilmuwan: Mengenal Lebih Jauh 'Atlantis Jepang' di Yonaguni

Pada awal 1700-an, tekiya mulai mengorganisir diri menjadi kelompok-kelompok yang erat di bawah kepemimpinan bos.

“Kelompok ini kemudian diperkuat oleh buronan dari kelas yang lebih tinggi,” tulis Kallie Szczepanski di laman Thoughtco.

Karena itu, tekiya mulai berpartisipasi dalam kegiatan kejahatan terorganisir yang khas seperti perang antar wilayah.

Tekiya juga kadang berfungsi sebagai “penjaga keamanan” yang melindungi satu wilayah.

BACA JUGA:Kembalinya Teror Hantu Legendaris Jepang dalam Film Sadako DX, ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya

Dalam tradisi yang berlanjut hingga hari ini, tekiya sering berfungsi sebagai penjaga keamanan selama festival Shinto. Mereka bahkan menjaga kios di festival dengan imbalan sejumlah uang.

Antara tahun 1735 dan 1749, pemerintahan shogun berusaha meredakan perang geng antara berbagai kelompok tekiya.

Shogun juga mengurangi jumlah penipuan yang dilakukan oleh tekiya dengan menunjuk oyabun atau bos. Jadi bila ada kerusuhan, maka sang oyabun diberi sanksi resmi.

Oyabun diizinkan menggunakan nama keluarga dan membawa pedang. Hal ini merupakan suatu kehormatan yang sebelumnya hanya diperbolehkan bagi samurai.

BACA JUGA:Turis China Memilih Menghindar, Tren Destinasi Wisata Thailand dan Jepang yang Merosot

Kategori :