Mengungkap Misteri Serangan Harimau! Konflik Mematikan di Lampung Barat, Ini Penjelasan Lengkapnya!

Rabu 20-03-2024,22:45 WIB
Reporter : Edi
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Penampakan harimau yang diduga telah menerkam tiga petani di Kabupaten Lampung Barat telah menciptakan kekhawatiran yang mendalam di kalangan masyarakat setempat.

Harimau Sumatera ini, yang diduga telah berada di wilayah konflik sejak tahun 2019, telah menjadi perhatian utama pihak berwenang dan konservasionis hewan liar.

Menurut Kepala Bidang Teknis dan Konservasi (Kabidtek) Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Wawan, harimau tersebut telah teridentifikasi menjelajahi tiga lokasi konflik terakhir.

Pekon (desa) Bumi Hantatai, Pekon Sumber Agung, dan Pekon Ringinsari merupakan daerah-daerah yang diduga telah dimasuki oleh harimau tersebut.

BACA JUGA:Bukber Bersama Wartawan, Kapolres : 37 Personel Mendapat Penghargaan, 3 Mendapat Pin Emas Kapolda Sumsel

Wawan memastikan bahwa harimau yang berinteraksi negatif dengan manusia tersebut telah berada di wilayah tersebut sejak 2019.

Pencatatan kamera jebak Balai TNBBS pada tanggal 8 Februari 2024 pukul 19.00 WIB memperlihatkan gambar yang sama dengan yang direkam pada September 2019.

Ciri khas loreng pada harimau tersebut menjadi bukti bahwa ini adalah individu yang sama.

"Diketahui bahwa konflik dengan satwa liar ini telah menimbulkan korban jiwa sebanyak dua orang," ungkap Wawan.

BACA JUGA:5 Kebiasaan Unik Albert Einstein yang Membentuk Kepribadiannya Dengan Brilia

Sahri (28) dari Dusun Peninjauan, Pekon Bumi Hantati, serta Gunarso (47) dari Pekon Sumber Agung adalah dua dari korban yang telah kehilangan nyawa mereka akibat serangan harimau.

Sementara itu, Samanan (41) dari Pekon Sukamarga mengalami luka parah di kepala akibat serangan harimau.

Wawan menekankan bahwa harimau ini merupakan satwa asli yang merupakan penghuni kawasan TNBBS, bukan hasil pelepasliaran.

Analisis dari pendataan juga menunjukkan bahwa harimau tersebut adalah jantan dan diperkirakan sudah berusia dewasa atau bahkan lanjut usia.

BACA JUGA:Tradisi Memanjangkan Leher Suku Karen yang Dinilai Sebagai Keindahan, Simbolisme, dan Kontroversi!

Kategori :