Suku Bugis diyakini berasal dari daerah Minangkabau di Sumatera dan kemudian berpindah ke Sulawesi Selatan.
Migrasi ini terjadi sekitar abad ke-14 hingga ke-15, membawa mereka ke wilayah pesisir Sulawesi yang kini dikenal sebagai daerah Bugis.
BACA JUGA:Mengulik 5 Upacara dan Tradisi Adat Maluku yang Unik dan Tetap Terjaga Kelestariannya
BACA JUGA:Jarang Diketahui! Inilah Hal Menarik di Gunung Masurai yang Harus Kamu Tau!
2. Keberanian dan Perdagangan Maritim
Sejak dulu, suku Bugis dikenal sebagai pelaut ulung dan pedagang yang mahir. Kapal Bugis, yang disebut "pinisi," menjadi simbol keterampilan maritim mereka.
Mereka menjelajahi perairan Nusantara dan bahkan sampai ke wilayah Asia Tenggara, berkontribusi pada perkembangan jalur perdagangan laut.
3. Kerajaan Bugis di Sulawesi Selatan
Suku Bugis memiliki sejumlah kerajaan yang berdiri tegak di Sulawesi Selatan, seperti Kerajaan Gowa, Bone, dan Luwu.
Kerajaan-kerajaan ini memainkan peran penting dalam politik dan perdagangan kawasan tersebut.
Gowa, sebagai salah satu kerajaan terkuat, pernah menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan di Sulawesi.
BACA JUGA:Catatan Sejarah! Kekuatan Majapahit Tak Sanggup Tundukkan Kerajaan Kecil Padjajaran
BACA JUGA:Kerajaan Tumapel, Menelusuri Konflik dan Ambisi dalam Sejarah Nusantara
4. Peran Bugis dalam Sejarah Nusantara
Suku Bugis terlibat dalam sejumlah konflik dan perang melawan kekuasaan kolonial, termasuk melawan penjajah Belanda.
Mereka juga menjadi bagian penting dalam Konfederasi Makassar yang berjuang melawan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), perusahaan dagang Belanda.