BACA JUGA:PIALA DUNIA U -17 : Jerman Miliki Modal Berharga!
Untuk pembelian jet tempur Typhoon, meski Jerman sudah menyatakan keengganannya menjualnya ke Ankara.
Sebagai anggota NATO, Turki dilaporkan berusaha untuk memperoleh varian terbaru dari pesawat tempur Typhoon, yang dikenal sebagai Tranche 4.
Alutsista ini dilengkapi dengan radar AESA “CAPTOR E”, yang dianggap sebagai pesawat tempur modern Eropa yang mampu bertugas hingga tahun 2060.
Fitur Tranche 4 sebagai konfigurasi terbaru dari Eurofighter Typhoon yang ingin diperoleh Turki adalah:
BACA JUGA:Jadi Trend, Begini Style Rambut Anak Muda Korea
– Desain Air-Air Role Predominan
– Integrasi Rudal Udara ke Udara ASRAAM, AMRAAM dan METEOR
– Radar AESA Captor-E
– Tangki Bahan Bakar Tambahan Badan Pesawat (CFT) – Fuselage Additional Fuel Tanks
– Sistem Penargetan Elektro-Optik PIRATE
– Pod Penargetan Litening III
– 2x Mesin Turbofan Eurojet EJ200
– Berat kosong 10 ton Kosong dan berat penuh 21 ton
– Kecepatan Maksimum Mach 1.8
– Endurance 2,5 jam pada ketinggian 35.000 kaki 10.668 meter) dengan Kecepatan Mach 1.5