Pemkot PGA

Strategi Attitudinal Trump: Mengapa AS Rela Melepas Pangkalan Al-Tanf demi Al-Sharaa?

Strategi Attitudinal Trump: Mengapa AS Rela Melepas Pangkalan Al-Tanf demi Al-Sharaa?

Strategi Attitudinal Trump-net-kolase

PAGARALAMPOS.COM - Sebuah pergeseran tektonik dalam geopolitik Timur Tengah tengah terjadi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengubah arah kompas diplomasinya terhadap Suriah.

Tidak lagi memandang Damaskus sebagai musuh bebuyutan, Trump kini menjuluki Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa, sebagai sosok yang "tangguh dan berkharisma."

Langkah ini bukan sekadar retorika. Keputusan Washington untuk menarik pasukan dari Pangkalan Militer strategis Al-Tanf menandai babak baru: Suriah kini dipandang sebagai sekutu kunci untuk membendung pengaruh Iran dan menjamin keamanan Israel.

BACA JUGA:7 Keunggulan Samsung Galaxy A14 5G Terbaru, Pasti Kamu Ketagihan Dengan Spesifikasinya

Pujian Setinggi Langit dan Penarikan Pasukan

Dahulu, Suriah di bawah dinasti Al-Assad adalah negara paria. Namun, di tangan Ahmed Al-Sharaa, citra itu luruh.

Trump menggunakan pendekatan arketipe menggambarkan Al-Sharaa sebagai pria hebat dari "tempat yang keras."

"Saya menyukainya," ujar Trump sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera. Ungkapan ini menjadi fondasi bagi kebijakan trade-off yang berisiko tinggi namun pragmatis.

Sebagai imbalan atas kepercayaan tersebut, AS mulai mengosongkan Pangkalan Al-Tanf, pos terdepan yang didirikan sejak 2014 untuk memerangi ISIS dan memantau pergerakan proksi Iran.

BACA JUGA:Misi Rahasia Netanyahu di Washington: Akankah Trump Terseret Perang Besar Lawan Iran?

Misi di Balik "Kemesraan" Baru

Mengapa Trump berani mengambil risiko ini? Jawabannya terletak pada kalkulasi keuntungan (win-win solution):

Membendung Jalur Logistik Iran: Al-Tanf terletak di persimpangan vital Yordania-Irak-Suriah. Trump percaya Al-Sharaa mampu memutus suplai senjata Iran menuju Hezbollah di Lebanon.

Keamanan Israel: Sebagai kompensasi, Trump telah meminta Israel untuk menghentikan serangan udara ke wilayah Suriah. Sebuah gencatan senjata tak tertulis yang memberikan napas bagi kedaulatan Damaskus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: