Suku Polahi, Ini Asal Usul Mereka Menerapkan Pernikahan Sedarah!

Rabu 27-08-2025,19:31 WIB
Reporter : Almi
Editor : Almi

Namun di suku Polahi tidak terdapat anak-anak cacat dari pernikahan sedarah tersebut. 

Anak-anak yang lahir dari pernikahan sedarah di suku Polahi justru normal dan sehat. Fenomena ini menjadi misteri yang belum terpecahkan di suku Polahi.

Meskipun suku Polahi telah mengalami pengaruh dari luar dan kehidupan mereka lebih sedikit modern, tradisi pernikahan sedarah masih sering ditemui. 

Suku Polahi adalah suku terasing yang hidup di hutan pedalaman Gorontalo.

BACA JUGA:Gila, Ibu Kandung Atau Saudara Boleh Dikawini, Inilah Sebab Suku Mekakukan Perkawinan Sedarah

Menurut cerita yang beredar, suku Polahi adalah masyarakat pelarian pada masa penjajahan Belanda yang menjadikan hutan sebagai tempat tinggal mereka untuk menghindari penjajahan. 

Sejak abad ke-17, suku Polahi hidup di daerah Boliyohuto, Paguyaman, dan Suwawa di Provinsi Gorontalo.

Ketika Indonesia merdeka, sebagian keturunan suku Polahi masih tetap tinggal di hutan.

Sikap anti penjajah dari masa lampau terus diwariskan secara turun-temurun, sehingga orang di luar suku Polahi dianggap sebagai penindas dan penjajah. 

BACA JUGA:9 Keuntungan Ikan Lele untuk Anak yang Perlu Diketahui oleh Ibu!

Hal ini membuat suku Polahi harus beradaptasi dengan kehidupan di hutan.

Meskipun ada perubahan yang terjadi, tradisi pernikahan sedarah yang unik tetap menjadi bagian dari identitas suku Polahi.

Dengan cerita ini, kita dapat melihat keragaman suku bangsa dan keunikan tradisi yang ada di Indonesia. 

Suku Polahi menghadirkan gambaran yang unik tentang kehidupan dan nilai-nilai mereka yang berbeda dari budaya lainnya.

BACA JUGA:Segudang Manfaat Ikan Patin untuk Kesehatan!

Suku Polahi, dengan tradisi pernikahan sedarahnya yang kontroversial, merupakan sebuah masyarakat yang terasing dan terpelihara di dalam hutan pedalaman Gorontalo. 

Kategori :