Nah, belum seberapa lama pertunjukan wayang kulit dilakukan, tiba-tiba terjadi angin ribut yang membuat pohon-pohon tumbang dan dinding gunung Telomoyo longsor.
Tragisnya dalam peristiwa naas itu, seluruh angota kru pewayangan itu tewas tak bersisa.
BACA JUGA:Rumah Kuntilanak, Cerita Mistis di Perkebunan Karet yang Mencekam!
Setelah kejadian itu, desa Sepayung kemudian berganti nama menjadi Dalangan, mungkin untuk mengingatkan mereka bahwa Dalang dan kru pewayangannya pernah mengalami nasib buruk di kampung itu.
Hingga saat ini, beberapa makam kuno di pojok kampung tak jauh dari rute pendakian gunung Telomoyo, kerapkali dianggap sebagai makam kru wayang yang tewas tersebut.
3. Hantu Pencekik di Air Terjun Pos I Dalangan
--
Misteri terakhir yang cukup mencekam dan masih dikutip dari buku MMA Trail karya Anton Sujarwo adalah keberadaan hantu pencekik di sekitar air terjun kecil, tidak jauh dari Pos I pendakian gunung Telomoyo via Dalangan.
Namun sebentar dulu, jangan membayangkan hantu pencekik yang dimaksud sama halnya dengan mahkluk-mahkhluk gaib dalam banyak kisah misteri Indonesia, ya.
Hantu pencekik yang digambarkan penulis MMA Trail di air terjun Pos I gunung Telomoyo via Dalangan sama sekali berbeda.
Tidak ada sosok gaib dengan kuku panjang dan wajah mengerikan di bagian ini.
Tokoh cerita dikisahkan hanya merasa seoleh tercekik oleh udara hutan Telomoyo yang begitu pekat menjelang magrib.
Ia tidak bisa bernapas oleh pengab dan gelap hutan yang seakan membuat lehernya seperti tercekik.
BACA JUGA:Talago Biru di Nagari Atar: Menyelami Keunikan Mistis dan Sejarah yang Menawan
4. Keberadaan Macan Kumbang di Sekitar Puncak Telomoyo