Pemkot PGA

Pesona Gunung Sanggar, Keindahan Tersembunyi di Lombok yang Menantang Para Pendaki Petualang

Pesona Gunung Sanggar, Keindahan Tersembunyi di Lombok yang Menantang Para Pendaki Petualang

Gunung Sanggar-net-kolase

PAGARALAMPOS.COM - Pulau Lombok memang terkenal dengan Gunung Rinjani yang megah dan menjadi salah satu destinasi pendakian paling populer di Indonesia.

Namun, di balik ketenaran Rinjani, terdapat gunung lain yang tak kalah menawan dan menyimpan sejuta pesona alam yang masih jarang dijamah manusia Gunung Sanggar.

Gunung ini disebut-sebut sebagai permata tersembunyi di jantung Pulau Lombok, yang menawarkan tantangan sekaligus keindahan luar biasa bagi para pencinta alam sejati.

BACA JUGA:Sejarah dan Keindahan Gunung Sanggar: Permata Tersembunyi di Lombok yang Sarat Mitos dan Pesona Alam!

Gunung di Balik Bayangan Rinjani

Gunung Sanggar terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dan secara geografis berdiri di antara gugusan pegunungan yang masih menjadi bagian dari sistem vulkanik Gunung Rinjani.

Dengan ketinggian sekitar 3.492 meter di atas permukaan laut, Gunung Sanggar bahkan sedikit lebih tinggi dari Rinjani, menjadikannya salah satu puncak tertinggi di Pulau Lombok.

Meski begitu, tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan gunung ini. Letaknya yang terpencil dan belum terlalu dikenal oleh wisatawan membuat Gunung Sanggar tetap terjaga keasriannya.

Bagi sebagian pendaki, Sanggar merupakan gunung misterius dan menantang yang belum banyak dieksplorasi.

BACA JUGA:Sejarah Suku Sasak: Asal-Usul, Kebudayaan, dan Tradisi Masyarakat Asli Lombok!

Tantangan Mendaki Gunung Sanggar

Tidak seperti Rinjani yang memiliki jalur pendakian resmi dan fasilitas pendukung, Gunung Sanggar masih sangat alami dan minim infrastruktur.

Jalur pendakian biasanya dimulai dari Desa Sembalun, namun terdapat pula rute alternatif dari beberapa desa di kawasan Sanggar. Jalannya terjal, menanjak, dan sering kali melewati hutan lebat serta lembah curam.

Pendaki akan disuguhi pemandangan vegetasi tropis yang rimbun, suara burung hutan, serta udara segar yang seakan belum tersentuh polusi. Meski begitu, perjalanan menuju puncak bukanlah hal mudah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait