Selain itu, mereka berhasil memperluas kekuasaannya hingga Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bangka, Belitung, Malaysia, Singapura, Thailand Selatan.
Untuk menjaga keamanan, Sriwijaya membangun armada laut yang kuat. Tujuannya, agar kapal-kapal asing yang ingin berdagang di Sriwijaya merasa aman dari gangguan perompak. Lambat laun, Sriwijaya berkembang menjadi negara maritim yang terkuat pada masa itu.
Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya
BACA JUGA:Misteri Menghilangnya 3 pendekar Sakti Pulau Jawa, Tak Terungkap Hingga Kini!
Melansir buku Sejarah (2008) oleh Nana Supriatna, kebesaran Kerajaan Sriwijaya mulai mengalami kemunduran sejak abad ke-11.
Berawal dari serangan besar-besaran yang dilakukan oleh Raja Rajendra Coladewa dari kerajaan Cola yang berhasil menawan salah satu raja Sriwijaya tersebut. Kemudian pada abad ke-13, salah satu kerajaan taklukan Sriwijaya, Kerajaan Malayu, berhasil dikuasai Singasari, yang dipimpin oleh Kertanegara.
Melalui Ekspedisi Pamalayu, Kertanegara berhasil menjalin hubungan baik dengan Kerajaan Malayu.
BACA JUGA:Ingin Menyaksikan Keindahan Cirebon? Yuk, Temukan Tempat Wisata Penuh Sejarah di Sini!
Sementara itu, Kerajaan Sriwijaya mulai lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah negara taklukannya menjalin hubungan dengan negara saingan di Jawa.
Hingga kelemahan ini dimanfaatkan oleh Kerajaan Sukhodaya dari Thailand di bawah Raja Kamheng.
Wilayah Sriwijaya di Semenanjung Malaysia berhasil direbut sehingga Selat Malaka bisa dikontrol.
Akhir abad ke-14, Sriwijaya benar-benar runtuh akibat serangan Kerajaan Majapahit dari Jawa.